Ilustrasi(Dok. Live Science)
Fenomena astronomi langka menghiasi langit pada 28 Agustus 2026. Bulan Purnama yang dikenal sebagai Sturgeon Moon muncul beriringan dengan peristiwa gerhana Bulan sebagian yang sangat dalam. Kejadian ini menarik perhatian dunia karena hampir seluruh permukaan Bulan tertutup oleh bayangan inti Bumi, menciptakan visual yang menyerupai gerhana total.
Berdasarkan data yang dihimpun, Sturgeon Moon mencapai fase purnama tepat pada 28 Agustus pukul 00.18 EDT atau 04.18 UTC. Di saat yang hampir bersamaan, satelit alami Bumi ini bergerak melewati bayangan Bumi, memicu terjadinya gerhana Bulan sebagian yang signifikan secara visual dan durasi.
Kronologi dan Puncak Gerhana
Rangkaian gerhana Bulan ini berlangsung sejak malam 27 Agustus hingga dini hari 28 Agustus 2026. Proses dimulai dengan fase penumbra pada pukul 21.23 EDT (27 Agustus), yang kemudian diikuti oleh fase gerhana sebagian pada pukul 22.33 EDT.
Puncak fenomena ini terjadi pada pukul 00.12 EDT atau sekitar 04.12 UTC pada 28 Agustus. Jika dikonversikan ke Waktu Indonesia Barat (WIB), puncak gerhana jatuh pada pukul 11.12 WIB, 28 Agustus 2026. Seluruh rangkaian gerhana dilaporkan berakhir sepenuhnya pada pukul 03.01 EDT.
Detail Teknis Gerhana Bulan 28 Agustus 2026:
| Persentase Umbra | 96,2% permukaan Bulan |
| Fase Puncak (UTC) | 04.12 UTC (28 Agustus) |
| Kategori | Gerhana Bulan Sebagian (Partial Lunar Eclipse) |
| Warna Visual | Merah-oranye / Tembaga |
Mengapa Disebut "Almost Blood Moon"?
Meski 96,2 persen permukaan Bulan masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi, fenomena ini tetap diklasifikasikan sebagai gerhana sebagian. Hal ini dikarenakan masih ada sekitar 3,8 persen bagian Bulan yang berada di luar umbra dan menerima cahaya Matahari secara langsung.
Namun, karena cakupan bayangannya yang sangat luas, Bulan tampak berubah warna menjadi merah-oranye atau tembaga. Secara ilmiah, perubahan warna ini terjadi akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi. Cahaya dengan panjang gelombang pendek (biru) tersebar di atmosfer, sementara cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang (merah) diteruskan dan dibelokkan menuju permukaan Bulan.
Asal-usul Nama Sturgeon Moon
Nama "Sturgeon Moon" merupakan sebutan tradisional untuk Bulan Purnama yang terjadi pada bulan Agustus. Penamaan ini berakar dari sejarah masyarakat di Amerika Utara, di mana ikan sturgeon raksasa biasanya lebih mudah ditemukan dan ditangkap di wilayah Great Lakes serta perairan sekitarnya pada periode ini.
Sturgeon Moon tahun 2026 menjadi istimewa karena statusnya sebagai salah satu gerhana sebagian terdalam dalam beberapa tahun terakhir. Kombinasi antara ukuran purnama dan kedalaman bayangan umbra menciptakan pemandangan yang jarang terjadi.
Wilayah Pengamatan
Keterlihatan fenomena ini sangat bergantung pada posisi geografis pengamat. Gerhana Bulan sebagian 27–28 Agustus 2026 dapat diamati dengan jelas dari wilayah:
- Amerika Utara
- Amerika Selatan
- Eropa
- Afrika
Wilayah yang berada pada sisi siang hari saat puncak gerhana berlangsung, termasuk sebagian besar wilayah Asia dan Indonesia, tidak dapat menyaksikan proses gerhana secara langsung karena Bulan berada di bawah cakrawala. Meski demikian, Sturgeon Moon tetap dapat dinikmati sebagai Bulan Purnama biasa saat malam tiba di wilayah-wilayah tersebut.
Fenomena ini menjadi pengingat akan dinamika mekanika benda langit yang presisi, menghadirkan pertunjukan visual yang memukau bagi para pengamat langit dan astronom di seluruh dunia. (Sumber: Space.com, Live Science)


















































