Fenerbahce berhasil lolos ke fase liga UEFA Champions League usai menundukkan Lyon 2-1. Ini menjadi kelolosan pertama raksasa Turki tersebut sejak musim 2008/09.(Fenerbahce )
FENERBAHCE berhasil melangkah ke babak utama UEFA Champions League (UCL) untuk pertama kalinya sejak musim 2008/09. Kepastian ini diraih usai memetik kemenangan 2-1 atas Olympique Lyonnais pada laga leg kedua play-off, yang sekaligus mengakhiri kegagalan dalam 10 kali percobaan kualifikasi sebelumnya.
Berbekal hasil imbang 1-1 pada leg pertama di Istanbul, pertandingan di markas Lyon pada dasarnya menjadi penentu tunggal bagi kedua tim. Laga berlangsung sengit sejak menit awal. Lyon menciptakan peluang lebih dulu lewat tembakan Malick Fofana yang ditepis kiper Ederson, serta sundulan Tanner Tessmann yang membentur Milan Skriniar dan menyamping dari gawang.
Fenerbahce merespons melalui ancaman Archie Brown yang digagalkan kiper Dominik Greif, disusul bola sepakan pojok Oguz Aydin yang mengenai mistar gawang.
Tim tamu akhirnya memecah keheningan pada menit ke-25. Berawal dari umpan silang Brown, jangkauan tinggi Vedat Muriqi berhasil menyambut bola. Kendati sundulan pertamanya sempat ditahan Greif, Muriqi langsung menyambar bola muntah untuk mencetak gol pembuka.
Satu gol belum cukup bagi The Yellow Canaries. Hanya berselang beberapa saat, Fenerbahce menggandakan keunggulan melalui situasi sepak pojok. Bola eksekusi Mason Greenwood di tiang jauh disambut dengan sundulan memantul tanah oleh Brown dari jarak dekat.
Tertinggal dua gol, Lyon berupaya bangkit sebelum jeda. Namun, upaya tuan rumah hanya mampu menghasilkan bola yang membentur tiang dari sundulan Muriqi yang salah arah, serta tembakan Tyler Morton yang ditepis Ederson ke atas mistar.
Memasuki babak kedua, Lyon terus menekan demi menipiskan jarak. Usaha tersebut membuahkan hasil ketika Fofana memanfaatkan umpan lambung Ainsley Maitland-Niles dengan melepaskan tembakan voli terukur ke pojok jauh gawang Ederson.
Mendapatkan momentum, Lyon makin gencar melancarkan gelombang serangan. Tuan rumah sempat dua kali menyarangkan bola ke dalam gawang Fenerbahce, tetapi kedua gol tersebut dibatalkan oleh Video Assistant Referee (VAR) karena posisi offside.
Di sisa waktu pertandingan, Lyon mendapatkan satu peluang emas terakhir untuk menyamakan kedudukan. Namun, Kail Boudache yang tinggal berhadapan dengan area penalti gagal mengarahkan tembakannya ke sasaran.
Skor 2-1 untuk keunggulan Fenerbahce bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil ini menyambut antusiasme pendukung klub asal Istanbul yang sudah lama menantikan penampilan tim kesayangan mereka di panggung tertinggi Eropa, di mana mereka akan segera mengetahui delapan calon lawan di fase liga. Sementara bagi Lyon, kekalahan ini mengalihkan perjuangan mereka ke kompetisi Liga Europa UEFA. (Flash Score/Z-2)







































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340293/original/053973400_1757170402-20250906AA_Indonesia_U-23_vs_Macau-07_2.JPG)










