Ekonom Ragu Insentif Motor Listrik Rp 3 Juta Berdampak Signifikan

1 hour ago 1
Ekonom Ragu Insentif Motor Listrik Rp 3 Juta Berdampak Signifikan Pengemudi ojek daring mengganti baterai sepeda motor listriknya di Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) PLN, Gambir Jakarta, Jumat (8/5/2026). Pemerintah menyiapkan insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DT(ANTARA FOTO/Fauzan/wsj.)

PEMBERIAN insentif dari pemerintah untuk pembelian motor listrik sebesar Rp3 juta tahun ini diprediksi belum akan berdampak signifikan pada daya beli masyarakat. Pada rencana awal pemerintah sempat mematok insentif motor listrik Rp5 juta.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menyebut selain insentif motor listrik, infrastruktur yang belum mapan membuat peralihan ke motor listrik masih menantang.

“Menurut saya tidak cukup berdampak karena orang mau pindah menggunakan motor listrik masih khawatir mogok di jalan. Kecuali infrastrukturnya sudah well set up,” kata Esther kepada Media Indonesia, Senin (24/8).

“Lihat saja dengan insentif tahun 2023-2024 yang memberi sampai Rp7 juta per unit apakah ada kenaikan signifikan dalam jumlah pengguna motor listrik?” imbuhnya.

Data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) mencatat penetrasi motor listrik di Tanah Air masih di bawah 1% dari total populasi sepeda motor konvensional yang mencapai sekitar 145 juta unit.

Oleh karena itu, kata Esther, hal ini akan menuntut kesiapan infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian daya dan stabilitas nilai jual kembali kendaraan. “Menurut saya selain subsidi harus disiapkan infrastruktur seperti charging area. Jangan sampai mogok di jalan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketuan Umum Asosiasi Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiadi berharap pemerintah tetap mempertahankan angka subsidi seperti periode sebelumnya. Budi menilai angka Rp7 juta lebih efektif untuk mendorong daya beli masyarakat terhadap motor listrik yang rata-rata dibanderol di kisaran Rp20 juta.

“Kita memang minta seperti dulu lagi, Rp7 juta. Apalagi dengan harga motornya yang sampai Rp20-an juta kan mungkin masih terjangkau. Tapi kan kita tidak tahu juga pemerintah punya kemampuan finansial sampai segitu,” ujar Budi saat dihubungi, Jumat (21/8).

Program insentif pembelian motor listrik itu ditargetkan terlaksana pada September tahun ini. Dengan besaran Rp3 juta per unit dan target hingga 1 juta unit, total anggaran yang disiapkan pemerintah mencapai Rp3 triliun. (H-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |