Duka Flores Jadi Panggilan Solidaritas Nasional, Bantuan Rp1,3 Miliar Disalurkan

4 hours ago 2
Duka Flores Jadi Panggilan Solidaritas Nasional, Bantuan Rp1,3 Miliar Disalurkan Ilustrasi(Dok Istimewa)

SOLIDARITAS nasional terhadap masyarakat Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus menguat di tengah proses pemulihan pascagempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026.
Salah satu dukungan datang dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih (JHL Foundation) yang menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp1,3 miliar untuk masyarakat terdampak bencana.

Bantuan tersebut berupa bahan makanan pokok, terpal, pakaian, selimut, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya. Penyaluran dilakukan di tujuh wilayah terdampak, yakni Manggarai Timur, Manggarai Barat, Manggarai, Ende, Nagekeo, Sikka/Maumere, dan Ngada/Bajawa.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga 19 Agustus 2026, sebanyak 71 orang meninggal dunia dan sekitar 40 ribu warga masih mengungsi. Gempa susulan yang masih terjadi turut membuat kebutuhan pangan, tempat berlindung, pakaian, dan perlengkapan dasar tetap mendesak.

Pembina JHL Foundation Jerry Hermawan Lo mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas kepada masyarakat Flores yang tengah menghadapi situasi sulit.

“Ketika rumah kehilangan atap dan keluarga kehilangan rasa aman, yang dibutuhkan bukan sekadar kata-kata, tetapi kehadiran. Rp1,3 miliar ini mungkin tidak menghapus duka mereka, tetapi kami berharap bisa membuat saudara-saudara kita di Flores, NTT, merasa mereka tidak sendirian,” ucapnya.

Menurut Jerry, perhatian terhadap korban bencana tidak boleh berhenti ketika pemberitaan mengenai bencana mulai berkurang. Sebab, proses pemulihan masyarakat membutuhkan waktu lebih panjang dibandingkan masa tanggap darurat.

“Bencana tidak selesai saat kamera media meninggalkan lokasi. Bencana selesai ketika kehidupan masyarakat kembali berjalan. Karena itu, kepedulian harus bertahan selama masyarakat masih membutuhkan,” ujar Founder JHL Group tersebut.

Ketua Relawan JHL Foundation Eduardus Noe Ndopo Mbete mengatakan bantuan disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan, terutama warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian.

“Orang yang kehilangan rumah tidak hanya kehilangan bangunan. Mereka kehilangan tempat tidur, tempat berlindung, dan rasa aman. Karena itu kami membawa hal-hal paling dekat dengan kebutuhan mereka: makanan, terpal, pakaian, selimut, dan kebutuhan dasar lainnya,” ungkapnya.

Eduardus menegaskan penyaluran bantuan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa masyarakat Flores tidak menghadapi bencana seorang diri.
“Kami mungkin datang membawa bantuan, tetapi yang ingin kami bawa lebih dari sekadar barang. Kami ingin mereka tahu bahwa ketika satu bagian Indonesia terluka, bagian Indonesia yang lain harus datang untuk menopangnya,” tegasnya.

JHL Foundation menilai keterlibatan masyarakat luas dan sektor swasta masih diperlukan untuk memperluas jangkauan bantuan. Hal itu penting terutama selama kebutuhan dasar warga terdampak masih tinggi dan proses pemulihan belum berjalan sepenuhnya.

Upaya tersebut juga menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas elemen bangsa dalam menghadapi bencana. Pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat umum memiliki peran dalam memastikan kebutuhan korban terpenuhi, baik selama masa tanggap darurat maupun pada tahap pemulihan.

"Bagi JHL Foundation, bantuan senilai Rp1,3 miliar tersebut bukan sekadar aksi sosial, melainkan bagian dari upaya menjaga semangat gotong royong nasional agar masyarakat Flores dapat melewati masa sulit dan kembali membangun kehidupannya," pungkasnya. (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |