DPR Minta Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dimaksimalkan

1 week ago 6
DPR Minta Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dimaksimalkan WAKIL Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.(Dok. Antara)

WAKIL Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan keprihatinan mendalam atas hilangnya lima jurnalis yang tengah bertugas meliput di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Ia meminta instansi terkait untuk melakukan upaya pencarian secara maksimal agar keberadaan mereka segera diketahui.

Dasco menegaskan bahwa DPR terus memonitor perkembangan pencarian jurnalis hilang tersebut di lapangan. Pihaknya berharap koordinasi antarlembaga dapat membuahkan hasil terbaik bagi keselamatan para jurnalis tersebut.

"Kami sudah mendorong kepada instansi terkait dan juga memonitor upaya-upaya yang dilakukan secara maksimal agar kejelasan dari teman-teman tersebut dapat segera diketahui," ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (9/9).

Keselamatan Kerja di Zona Bencana

Senada dengan Dasco, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menekankan pentingnya memperhatikan faktor keselamatan kerja, terutama di wilayah terdampak bencana. Ia menilai aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau membawa risiko tinggi, baik bagi masyarakat setempat maupun awak media yang melakukan peliputan.

Saan meminta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk bekerja sungguh-sungguh dalam proses evakuasi. Mengingat, pihak keluarga dan publik sedang menanti kabar terbaru mengenai kondisi kelima jurnalis tersebut.

"DPR terus akan berupaya mendorong seluruh pihak terkait untuk secara sungguh-sungguh dan maksimal untuk mencari keberadaan mereka," tegas Saan.

Koordinasi Tim SAR Gabungan

Upaya pencarian ini telah dikoordinasikan langsung oleh Kapolda Banten, Inspektur Jenderal Polisi Hengki. Tim SAR gabungan telah dikerahkan untuk menyisir area di sekitar perairan Pandeglang sejak para jurnalis dilaporkan hilang kontak pada Senin (7/9).

Dalam arahannya di Posko SAR Nasional Pandeglang, Kapolda Hengki memastikan bahwa seluruh proses pencarian akan dioptimalkan dengan tetap mengutamakan keselamatan tim penyelamat maupun korban.

"Seluruh tim yang dikerahkan agar memastikan kesiapan dan kerja keras secara maksimal dalam keterpaduan tim SAR ini," kata Hengki pada Rabu (9/9).

Lima jurnalis dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas jurnalistik di kawasan Gunung Anak Krakatau sejak Senin, 7 September 2026. Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan penyisiran di titik-titik potensial di Selat Sunda. (Ant/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |