Dokter tak Rekomendasikan Pemakaian Lensa Kontak saat Ada Abu Vulkanik

5 hours ago 2
Dokter tak Rekomendasikan Pemakaian Lensa Kontak saat Ada Abu Vulkanik Ilustrasi Lensa Kontak yang diimbau tak digunakan saat ada abu vulkanik(Magnific)

DOKTER spesialis mata lulusan Universitas Indonesia dr. Sesaria Rizky Kumalasari, Sp. M, mengatakan pengunaan lensa kontak tidak direkomemdasikan di lingkungan yang terdampak atau tengah dilanda abu vulkanik akibat erupsi gunung berapi. Lensa kontak, ujar dia, membantu penglihatan namun abu vulkanik justru berisiko bagi penggunanya karena rentan terkena penyakit mata.

"Saat menggunakan lensa kontak, abu vulkanik bisa saja menempel di permukaannya sehingga dapat terjebak di bagian dalam lensa kontak yang bersinggungan dengan permukaan mata," ujar Sesaria di Jakarta, Kamis (10/9).

Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat Non-Katarak di Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia Cabang Jakarta (Perdami Jaya) itu menjelaskan abu vulkanik yang terperangkap dibalik lensa kontak berisiko menyebabkan goresan dan gesekan di permukaan kornea. Kornea dapat terluka.

Ia juga mengingatkan adanya senyawa kimia dari abu vulkanik yang dapat terperangkap dan menimbulkan reaksi peradangan lanjutan yang lebih berat.

Disebutkannya bahwa goresan dan gesekan di permukaan kornea bisa membuat luka terbuka yang berukuran mikroskopis. Permukaan kornea berisiko mengalami infeksi bakteri.

Selain itu, sambung Sesaria, lensa kontak yang terkontaminasi juga dapat menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri. 

Hal tersebut, kata dia, bisa memicu infeksi berat berupa ulkus kornea, maka dapat menyebabkan kekeruhan pada kornea atau berujung pada kebutaan.

"Lensa kontak tidak dianjurkan untuk digunakan saat terjadi paparan abu vulkanik," ujarnya.

Ia menyarankan untuk menggunakan kacamata yang dinilai jauh lebih aman dan memberikan manfaat serupa dengan kacamata ketika lingkungan dilanda abu vulkanik.

Sebelumnya, abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda erupsi pada Jumat (4/9) malam melanda wilayah Jakarta, Banten, Bogor dan sekitarnya. (Ant/H-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |