Ilustrasi(Dok Istimewa)
DINAS Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta mengajak para guru dan tenaga kependidikan untuk mengedepankan rasa cinta dalam menjalankan tugas mendidik. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menggembirakan bagi seluruh murid.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana mengatakan, guru dan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus mengembangkan potensi murid. Karena itu, sekolah perlu menjadi ruang yang membuat murid merasa aman, nyaman, betah, serta memiliki rasa cinta dan bangga terhadap sekolahnya.
Menurut Nahdiana, upaya tersebut sejalan dengan motto kebijakan "No One Left Behind, No School Left Behind". Melalui Gerakan "Langkah Pasti Anak Jakarta", Disdik Jakarta berkomitmen memastikan seluruh anak memperoleh hak, akses, dan kesempatan belajar yang sama.
"Melalui Gerakan Langkah Pasti Anak Jakarta, Dinas Pendidikan berkomitmen mendukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memastikan seluruh anak mendapatkan hak, akses, dan kesempatan belajar yang sama demi masa depan yang mereka inginkan," kata Nahdiana.
Ia menjelaskan, terciptanya suasana belajar yang menyenangkan juga perlu didukung dengan pemenuhan kebutuhan murid. Salah satunya dengan memastikan persoalan biaya pendidikan tidak menjadi hambatan bagi anak untuk mengikuti pembelajaran.
Hal tersebut diwujudkan melalui berbagai bentuk dukungan pendidikan, termasuk pemberian Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) bagi murid yang memenuhi kriteria.
Selain memastikan akses pendidikan, Disdik Jakarta juga mendorong sekolah menyediakan ruang bagi murid untuk mengembangkan minat dan bakat. Fasilitas seperti ruang seni dapat dimanfaatkan murid untuk menyalurkan kreativitas sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki.
Lebih lanjut, Nahdiana mengatakan peningkatan mutu sumber daya manusia dan tata kelola pendidikan menjadi salah satu sasaran program quick win Disdik Jakarta. Penguatan tersebut dilakukan melalui peningkatan kompetensi kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan.
"Penguatan kapasitas ini penting untuk menghadirkan tata kelola pendidikan yang profesional, adaptif, dan berkeadilan, serta menyiapkan generasi muda Jakarta agar siap menghadapi tantangan global," ujarnya.
Menurut Nahdiana, upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan menyenangkan tidak dapat dilakukan oleh sekolah seorang diri. Sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat sebagai tri pusat pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang saling terhubung.
Semangat tersebut juga diterapkan di tingkat satuan pendidikan. Kepala SDN Jatinegara Kaum 11 Pagi, Sri Kustiah mengatakan bahwa guru memiliki peran besar dalam membangun suasana belajar yang positif di sekolah.
Menurut Sri, proses pembelajaran yang menyenangkan berawal dari guru yang mencintai profesinya. Ketika guru mengajar dengan hati dan penuh kegembiraan, suasana tersebut dapat dirasakan dan ditularkan kepada murid.
"Guru harus mengajar dari hati. Ketika seorang guru sudah mencintai profesinya, maka guru akan mengajar dengan gembira. Ketika guru merasa gembira, rasa gembira itu akan menular kepada murid-murid sehingga kegiatan belajar di kelas menjadi menyenangkan dan bermakna," ujar Sri.
Ia menilai, suasana belajar yang positif membuat murid lebih nyaman mengikuti pembelajaran. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat membantu murid mengoptimalkan kemampuan, minat, dan bakat yang mereka miliki.
Karena itu, penguatan kapasitas guru tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik dan pedagogis, tetapi juga bagaimana pendidik mampu membangun hubungan yang positif dengan murid.
"Guru yang hadir dengan ketulusan dan kecintaan terhadap profesinya diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna," tuturnya.
Melalui sinergi antara kebijakan pemerintah, penguatan kapasitas pendidik, dukungan sekolah, serta keterlibatan keluarga dan masyarakat, Disdik Jakarta mendorong terwujudnya sekolah yang tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang aman, nyaman, dan menggembirakan bagi setiap anak. (H-2)


















































