Dinkes Kota Tasikmalaya Perbanyak Skrining, 103 Warga Positif HIV/AIDS Didominasi Usia Produktif

7 hours ago 1
Dinkes Kota Tasikmalaya Perbanyak Skrining, 103 Warga Positif HIV/AIDS Didominasi Usia Produktif Ilustrasi(Dok Istimewa)

Kasus HIV/AIDS di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, menunjukkan tren peningkatan yang signifikan sepanjang tahun 2026. Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat periode Januari hingga Juli, tercatat sebanyak 103 warga dinyatakan positif, dengan mayoritas penderita berada pada usia produktif dan didominasi oleh kelompok lelaki seks dengan laki-laki (LSL).

Sekretaris Dinas (Sekdis) Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih, mengungkapkan bahwa data tersebut telah tervalidasi secara nasional melalui Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA). Secara kumulatif, sejak tahun 2004 hingga Juli 2026, total kasus di wilayah tersebut telah mencapai 1.610 kasus.

"Pada periode Januari hingga Juli 2026, ditemukan kasus baru warga bergejala melalui skrining usia produktif berisiko tinggi. Hasil pemeriksaan mencatat 103 orang positif, paling banyak usia produktif dan didominasi LSL," ujar Suryaningsih, Minggu (23/8/2026).

Tren Peningkatan dan Kelompok Berisiko

Suryaningsih memaparkan bahwa peningkatan kasus ini terpantau cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Data mencatat pada 2022 terdapat 145 kasus, tahun 2023 sebanyak 145 kasus, tahun 2024 melonjak ke 169 kasus, tahun 2025 tercatat 146 kasus, dan hingga pertengahan 2026 sudah mencapai 103 kasus.

Kelompok risiko yang paling rentan tertular meliputi LSL, waria, wanita pekerja seks (WPS), ibu hamil, pasien TB, pasien Infeksi Menular Seksual (IMS), pengguna narkoba suntik (penasun), serta kelompok usia produktif secara umum.

"Dari 103 kasus di tahun 2026, sebarannya didominasi usia 21-30 tahun yang mencapai 47%, disusul usia 31-40 tahun sebanyak 26%. Sisanya tersebar di rentang usia 1-20 tahun hingga di atas 61 tahun," jelasnya.

Secara gender, penderita laki-laki mendominasi dengan 86 kasus (83%), sementara perempuan tercatat 17 kasus (17%). Adapun lokasi dengan temuan kasus tertinggi berada di Kecamatan Tawang, Cipedes, Cihideung, dan Kawalu.

Upaya Pencegahan dan Pengobatan

Menyikapi kondisi ini, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya berkomitmen memperbanyak skrining, terutama menyasar masyarakat dengan perilaku berisiko tinggi. Langkah ini diambil mengingat penularan HIV/AIDS terjadi melalui cairan tubuh, darah, air susu ibu, serta cairan sperma dan vagina.

Suryaningsih menekankan bahwa meskipun belum ada obat yang menyembuhkan total, pengidap HIV/AIDS (ODHA) tetap dapat menjalani hidup normal dengan syarat rutin mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) seumur hidup.

"Fungsi ARV adalah menekan jumlah virus dalam tubuh agar tidak terdeteksi, menurunkan risiko penularan, dan menjaga daya tahan tubuh. Dengan pengobatan yang disiplin, kualitas hidup ODHA tetap terjaga meskipun mereka berada pada rentang usia angkatan kerja yang rentan," pungkasnya. (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |