Ilustrasi(magnifik)
BULAN sangat identik dengan permukaannya yang dipenuhi kawah, Namun, pernahkah terpikir bahwa benda langit yang tampak tandus itu juga memiliki air? Para ilmuwan menemukan indikasi keberadaan air di Bulan. Temuan tersebut kemudian mendorong penelitian mengenai keberadaan es air di wilayah kutub selatan Bulan
Misi eksplorasi Bulan “Chang’ e”
China memiliki misi eksplorasi Bulan yang dilakukan secara bertahap dan dinamakan “Chang’e”, yang diambil dari tokoh mitologi China yang dikenal sebagai dewi Bulan
- Misi ini awalnya dimulai di tahun 2007, China meluncurkan Change-1 yang diluncurkan pada 2007 menjadi misi awal untuk memetakan Bulan dan mempelajari karakteristik permukaannya.
- Chang’e-2 yang dilakukan 2010 melakukan misi mengambil gambar Sinus Iridium di bulan atau teluk pelangi, yang akan diusul untuk misi lanjutannya.
- Pendaratan, Chang’e-3 berhasil melakukan pendaratan lunak di Bulan pada 2013 dan membawa rover Yutu untuk melakukan eksplorasi permukaan.
- Tahun berikutnya Chang’e-4 melakukan pendaratan lunak pertama di sisi jauh Bulan yaitu Kawah Von Karman di cekungan Kutub Selatan Aitken dengan menggunakan rover Yutu-2 untuk penelitian.
- Selanjutnya pengambilan sampel kemudian diuji melalui Chang’e-5 dengan melakukan pengorbit, pendarat, pendaki, dan wahana pengembalian. Wahana ini mendarat di sisi dekat Bulan. Setelah sampel dikumpulkan, wahana pendaki membawanya dari permukaan Bulan menuju orbit untuk dipindahkan ke wahana pengembalian.
- Chang’e-6 pada 2024. Misi ini dilakukan untuk melakukan pengorbit, pendarat, pendaki, dan wahana pengambilan sampel di sisi jauh Bulan.
China melanjutkan eksplorasi Bulan melalui misi Chang’e-7 yang ditargetkan berlangsung pada 2026. Berbeda dari misi sebelumnya, Chang’e-7 tidak hanya diarahkan untuk mencari keberadaan es air di kutub selatan Bulan, tetapi juga mempelajari struktur bagian dalam Bulan dan kemungkinan perbedaan antara sisi dekat dan sisi jauhnya.
Untuk penelitian tersebut, Chang’e-7 akan dilengkapi seismograf yang digunakan untuk mempelajari gempa Bulan atau moonquake. Instrumen ini diharapkan dapat membantu ilmuwan memahami struktur internal Bulan.
Dikutip dari Chinese Academy of Sciences (CAS), Wu Fuyuan, anggota CAS dan peneliti di Institute of Geology and Geophysics, mengatakan seismograf akan digunakan untuk melihat apakah terdapat perbedaan struktur antara sisi dekat dan sisi jauh Bulan.
Penelitian tersebut juga berkaitan dengan hasil misi sebelumnya. Chang’e-5 membawa sampel dari sisi dekat Bulan, sedangkan Chang’e-6 berhasil membawa sampel dari sisi jauh.
Perbedaan material yang ditemukan dari kedua wilayah tersebut menjadi salah satu dasar untuk mempelajari perbedaan karakteristik kedua sisi Bulan Chang’e-7 akan menargetkan kutub selatan Bulan untuk mencari es air. Misi ini akan menggunakan wahana hopper yang dilengkapi alat untuk menganalisis molekul air.
Chang’e-7 tidak hanya mencari tahu apakah es air ada di Bulan, tetapi juga berusaha memahami kondisi lingkungan dan struktur Bulan secara lebih menyeluruh.
Hasilnya diharapkan menambah informasi mengenai perbedaan antara sisi dekat dan sisi jauh Bulan serta kondisi Bulan.
Sumber: Chinese Academy of Sciences, National Center for Science Technology Innovation

















































