Diancam dan Diteror, Massa AMPB Pati Tetap Berangkat ke Jakarta

3 weeks ago 7
Diancam dan Diteror, Massa AMPB Pati Tetap Berangkat ke Jakarta ilustrasi(Antara)

Ancaman terhadap perusahaan otobus (PO) yang mengangkut rombongan massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) untuk berunjuk rasa ke Jakarta terus terjadi. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan langkah massa untuk tetap bergerak ke Gedung DPR RI guna menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset Koruptor.

Berdasarkan pemantauan Media Indonesia pada Rabu (26/8), ratusan massa yang tergabung dalam AMPB telah berkumpul sejak pagi di Alun-alun Pati, Jawa Tengah. Mereka bersiap menaiki sejumlah bus untuk menyusul rekan-rekan mereka di Jakarta dalam menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor.

Ancaman dari pihak tertentu terhadap PO Bus dilaporkan masih terjadi menjelang keberangkatan. Salah seorang pengemudi bus yang terparkir di Pendopo Kabupaten Pati mengaku menerima telepon dari orang tidak dikenal yang meminta agar tidak mengantarkan rombongan demonstran.

"Ada telepon langsung ke saya yang meminta agar tidak mengantarkan rombongan. Jika tetap nekat, diancam akan ditahan SIM, surat kendaraan, hingga kendaraannya. Bahkan diancam akan terjadi perusakan bus saat perjalanan ke Jakarta," ungkap pengemudi tersebut.

Terkait kepastian keberangkatan, ia menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada perusahaan. Namun, secara pribadi ia menyatakan siap menjalankan tugas sesuai perintah pimpinan meski ada risiko yang dihadapi.

Langkah Massa Tidak Surut

Perwakilan personel AMPB, Novi Andriyanta, membenarkan adanya laporan ancaman terhadap sopir dan kru bus. Namun, ia menegaskan bahwa intimidasi tersebut tidak akan menghentikan langkah ratusan warga Pati.

"Ancaman itu tidak menyurutkan langkah kami. Kami telah menyiapkan sejumlah bus dan ratusan massa siap berdemo ke Gedung DPR," tegas Novi. Ia menambahkan, bus-bus tersebut disewa dengan harga Rp13 juta per unit menggunakan dana donasi warga, sehingga seluruh akomodasi dan konsumsi peserta dijamin gratis.

Aktivis AMPB, Sutekno alias Paijan Jawi, mengungkapkan bahwa ancaman terbaru ini melengkapi berbagai rintangan dan upaya pembungkaman yang telah mereka alami sebelumnya. Menurutnya, upaya penghadangan justru membuat jumlah simpatisan semakin meningkat.

Paijan membeberkan sejumlah upaya pembungkaman yang dialami organisasi independen ini, mulai dari pembatalan sepihak oleh pemilik PO Bus karena tekanan pihak tertentu, hingga hilangnya akun media sosial para aktivis AMPB secara tiba-tiba.

Selain itu, terjadi pemblokiran atau penundaan transaksi pada rekening pribadi Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, di sebuah bank milik negara. Rekening tersebut berisi uang pribadi dan donasi sebesar Rp80,9 juta.

"Dipikir dengan pemblokiran rekening itu akan melumpuhkan perjuangan, padahal donasi dari berbagai pihak tetap datang secara langsung," tutur Paijan.

Teror bahkan berlanjut saat perjalanan. Paijan melaporkan bahwa ketika sejumlah bus melintas di Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, terjadi aksi pelemparan batu oleh orang tidak dikenal dari atas jembatan yang menyasar rombongan massa asal Pati tersebut. (E-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |