Desil Salah Sasaran, Menkeu Purbaya Targetkan Perbaikan DTSEN Tahun Depan

3 weeks ago 6
Desil Salah Sasaran, Menkeu Purbaya Targetkan Perbaikan DTSEN Tahun Depan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.(MI/Ihfa Firdausya)

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi keluhan publik terkait banyaknya masyarakat ekonomi rendah yang justru masuk dalam kategori desil 9 dan 10. Purbaya memastikan pemerintah tengah melakukan perbaikan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar penyaluran bantuan lebih akurat.

Purbaya mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar kepada Badan Pusat Statistik (BPS) untuk keperluan tersebut. Total anggaran untuk DTSEN dan sensus pada tahun ini mencapai sedikit di atas Rp7 triliun.

"Mereka minta waktu awal-awal tahun penambahan anggaran, kita penuhi untuk memastikan DTSEN bagus. Jadi tahun depan seharusnya sih akan lebih baik. Kalau salah satu-dua kan biasanya selalu ada kalau di survei. Tapi saya harapkan tahun depan lebih rapi," ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (26/8).

Persoalan akurasi desil ini menjadi krusial mengingat pemerintah berencana melakukan pembatasan BBM jenis Pertalite. Program tersebut rencananya akan menyasar masyarakat kelas atas yang berada di kelompok desil 9 dan 10. Purbaya menegaskan sistem pembatasan masih disiapkan dan baru akan dijalankan jika sudah benar-benar siap.

Menanggapi kasus desil yang tidak sesuai di lapangan, Menkeu menyatakan akan melakukan penanganan secara khusus. "Kalau ada masalah, katakan belum sampai DTSEN yang baru keluar, kita akan handle case by case," jelasnya.

Sebelumnya, kritik tajam datang dari Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (Aspirasi), Mirah Sumirat. Ia melaporkan banyak pekerja yang kondisi ekonominya tetap atau bahkan terbeban, namun posisi desilnya justru naik secara sistem.

Mirah mengkhawatirkan perubahan desil yang tidak akurat ini akan menghapus nama masyarakat miskin dari daftar penerima bantuan sosial (bansos). Ia mendesak pemerintah agar sistem data tidak justru merugikan rakyat yang membutuhkan.

"Jangan sampai rakyat miskin kalah oleh angka dan kalah oleh sistem," tegas Mirah dalam keterangannya, Senin (24/8). (Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |