Desa Jajar Perkuat Hilirisasi Jagung dan Pengembangan Wisata

4 hours ago 2
Desa Jajar Perkuat Hilirisasi Jagung dan Pengembangan Wisata Tim UPN “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) dan Universitas Tulungagung (UNITA) memberikan pelatihan ke warga Desa Jajar.(Dok.Istimewa)

DESA Jajar, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, memperkuat hilirisasi komoditas jagung dan pengembangan desa wisata melalui kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) dan Universitas Tulungagung (UNITA).

Kolaborasi tersebut merupakan bagian dari program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang telah berjalan selama tiga tahun. Tim akademisi UPNVJT dan UNITA kembali mengunjungi Desa Jajar pada 25-26 Juli 2026 untuk melanjutkan program bersama pemerintah desa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kumbokarno Mukti, dan Kelompok Tani (Poktan) Dewi Sri.

Pada tahun ketiga, tim memperkenalkan diversifikasi produk pangan berbahan dasar jagung melalui pengembangan teknologi mesin pembuat popcorn dan jenang jagung. Inovasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas jagung yang selama ini sebagian besar masih dijual dalam bentuk mentah.

Ketua tim pelaksana PDB, Wahyu Dwi Lestari, mengatakan pengembangan produk olahan dilakukan setelah tim berdiskusi dengan pemerintah desa dan kelompok tani.

“Teknologi yang akan kami terapkan kali ini adalah mesin pembuat popcorn dan jenang. Kami melihat komoditas jagung di sini masih dijual mentahan. Setelah berdiskusi dengan pemerintah desa dan kelompok tani, kami menyetujui pembuatan mesin popcorn dan jenang dengan harapan bisa memberikan diversifikasi produk makanan dari Jajar,” kata Wahyu.

PROGRAM SEBELUMNYA
Pengembangan teknologi tersebut melanjutkan hasil program dua tahun sebelumnya. UPNVJT dan UNITA sebelumnya membuat mesin pengaduk bumbu, mesin pencacah hasil panen, serta mesin pembungkus makanan ringan untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pemilik UMKM Keripik Pisang Koin Desa Jajar, Adi, mengatakan penggunaan mesin pengaduk bumbu mampu memangkas waktu produksi. “Biasanya kami habis 30 menit untuk mengaduk bumbu pisang koin, tapi sekarang cuma butuh 15 menit sudah rata,” ujarnya.

Akademisi UPNVJT Hendra Maulana mengatakan mesin tersebut telah melalui sejumlah uji coba sebelum diterapkan di masyarakat. “Mesin yang dibuat ini sebenarnya sudah kami coba berkali-kali di kampus. Sehingga waktu kami terjunkan di masyarakat, mesin ini menunjukkan hasil yang optimal,” katanya.

Selain hilirisasi jagung, program tersebut memperkuat pengembangan wisata Desa Jajar. Tim UPNVJT dan UNITA menyusun paket wisata berbasis potensi budaya, tradisi, dan alam desa. Paket wisata yang sebelumnya disimulasikan berhasil meningkatkan kunjungan, termasuk wisatawan asing.

HIDUPKAN BUDAYA LOKAL
Ketua Pokdarwis Kumbokarno Mukti Imam Basori mengatakan pengembangan paket wisata membantu menghidupkan kembali potensi budaya lokal. “Desa Jajar ini sebenarnya kaya sekali akan budaya dan tradisi. Alhamdulillah ternyata gamelan dan kesenian lainnya bisa menarik wisatawan asing juga,” ujarnya.

Tahun ini, pengembangan wisata diarahkan pada penyusunan paket yang menyasar pelajar. Akademisi UPNVJT Praja Firdaus mengatakan kunjungan wisatawan ke Desa Jajar pada tahun sebelumnya meningkat dua kali lipat.

“Desa Jajar ini sebenarnya cukup lengkap. Mereka punya aset budaya, ada tradisi, juga bentangan alam yang memukau. Tahun ini kami akan melangkah ke pembuatan paket untuk anak-anak sekolah,” kata Praja.

Kepala Desa Jajar Imam Mukaryanto Edy mengapresiasi keberlanjutan program tersebut. “Kami sangat senang dengan program dan kerja sama ini karena telah berhasil berjalan tiga tahun sampai sekarang. Kami berharap kesuksesan ide-ide sebelumnya dapat berlanjut di tahun ketiga ini,” ujarnya.

Wahyu mengatakan kunjungan rutin tim akademisi diperlukan untuk memastikan program tidak berhenti pada tahap perencanaan. “Dengan seringnya kami mengunjungi Desa Jajar, maka sebenarnya kami juga berpartisipasi pada pembangunan wisata mereka, tidak hanya melakukan konsepsi,” katanya.

Program PDB tersebut diharapkan memperkuat ekonomi desa sekaligus mendukung pencapaian SDGs, terutama tujuan pembangunan berkelanjutan terkait pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan layak serta industri, infrastruktur, dan inovasi. (E-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |