Peserta Audisi Umum PB Djarum Fiendiziya Gwen Fernandes(MI/Dhika Kusuma Winata)
JARAK dari orang tua tidak menjadi alasan bagi Fiendiziya Gwen Fernandes, 10, untuk mengejar cita-citanya sebagai atlet bulu tangkis. Datang dari Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Gwen justru memilih tinggal jauh dari keluarga berbulan-bulan demi mendapatkan latihan yang lebih terarah.
Gwen menjadi salah satu peserta Audisi Umum PB Djarum 2026 kategori U-11. Saat ditemui di GOR Djarum, Jati, Kudus, Kamis (10/9), dia baru saja memenangi pertandingan tahap screening dengan skor 21-8. Gwen lolos untuk lanjut ke tahap turnamen.
Enam bulan terakhir, Gwen tinggal di asrama di Kalasan, Sleman, dan berlatih di PB Mataram Raya. Keputusan meninggalkan Tanjungpinang untuk berlatih di Jawa agar dia bisa lebih serius berlatih dan membidik audisi PB Djarum. Gwen mengatakan keputusan itu datang dari keinginannya sendiri karena ingin menjadi atlet.
"Saya memang ingin jadi atlet," tutur Gwen.
Selama tinggal di Sleman, Gwen harus beradaptasi dengan lingkungan baru, termasuk menghadapi kendala bahasa Jawa. Namun, dia mengaku tidak mengalami kesulitan berarti untuk bertahan di asrama karena memiliki banyak teman. Rasa rindu kepada orang tua pun terpaksa dikesampingkan.
"Kalau kangen, biasanya teleponan," ujarnya.
Bagi Gwen, berada jauh dari keluarga merupakan bagian dari proses yang harus dijalani jika ingin mencapai level tinggi. Dia bahkan mengaku siap kembali tinggal jauh dari orang tua apabila lolos dan mengikuti pembinaan di PB Djarum.
"Harapannya bisa masuk Djarum. Saya ingin jadi pemain tunggal putri, ikut Indonesia Open dan pertandingan di luar negeri," katanya.
Pantang Menyerah
Cerita tentang mengejar mimpi juga datang dari Lusia Maheswari Gracia Pengajeng, peserta KU-12 asal Magelang, Jawa Tengah. Lusia tidak datang sendiri. Di belakang perjuangannya ada sang kakek, Bambang Priyo Langgeng, yang sekaligus menjadi pelatih.
Audisi PB Djarum bukan pengalaman pertama bagi Lusia. Dia sudah beberapa kali mencoba. Hasil yang belum sesuai harapan tidak membuat Bambang dan Lusia berhenti. Mereka kembali datang dengan tujuan mencoba sampai berhasil.
"Ya dia akan coba sampai berhasil," kata Bambang.
Kegigihan serupa ditunjukkan Yukiko Graciela Manangkot, peserta KU-12 asal Minahasa, Sulawesi Utara. Audisi kali ini menjadi kesempatan ketiga. Sebelum ini, Yukiko nyaris lolos ketika audisi di Makassar namun terhenti di babak semifinal.
Yukiko mengincar PB Djarum karena melihat pembinaan dan dukungan yang ditawarkan sebagai modal untuk berkembang. Ia ingin menjadi pemain top
"Saya ingin masuk di sini karena beasiswanya terjamin dan saya bercita-cita jadi pemain top," kata Yukiko. (Dhk/I-1)


















































