Bos Ducati Gigi Dall'Igna.(Dok. AutoX)
GENERAL Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, menegaskan bahwa gelar juara dunia MotoGP musim ini akan ditentukan oleh tingkat konsistensi pembalap di lintasan. Menurutnya, banyaknya kemenangan seri tidak akan menjamin gelar juara jika pembalap gagal tampil stabil di sisa kompetisi.
"Saya berpendapat bahwa gelar juara dunia ini akan dimenangkan oleh siapa yang tampil terbaik dari sekarang hingga akhir seri kejuaraan," ujar Dall'Igna sebagaimana dikutip dari laman resmi MotoGP, Kamis (3/9).
Pria asal Italia tersebut menekankan pentingnya bagi para pembalap untuk terus meraup poin di setiap balapan daripada hanya sekadar mengejar podium pertama. Ia mengingatkan bahwa kesalahan kecil yang berujung pada kegagalan meraih poin (nol poin) bisa menjadi kerugian besar dalam perburuan gelar.
"Kalian bisa memenangkan gelar juara dengan kemenangan seri yang sangat sedikit, tetapi kalian harus bermain konsisten, konstan, dan di atas semua itu, kalian tidak boleh mendapatkan nol poin," ungkap Dall'Igna.
Saat ini, Ducati tengah berupaya mempertahankan dominasinya dengan memburu gelar juara dunia kedua dalam dua musim beruntun. Pada musim sebelumnya, pembalap andalan mereka, Marc Marquez, sukses mengamankan gelar tertinggi di kelas utama tersebut.
Peluang Ducati untuk mempertahankan takhta masih terbuka lebar melalui Marc Marquez. Namun, tantangan besar datang dari persaingan klasemen yang sangat ketat di papan atas.
Berdasarkan data klasemen sementara, Marc Marquez saat ini menempati peringkat kedua dengan koleksi 237 poin. Ia terpaut selisih tipis 19 poin dari pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin, yang masih kokoh memuncaki klasemen.
Dengan sisa seri yang ada, konsistensi Marquez dalam mendulang poin di setiap balapan akan menjadi faktor penentu apakah Ducati mampu membawa pulang kembali trofi juara dunia ke Borgo Panigale atau harus merelakannya kepada pesaing terdekat. (Z-10)


















































