Tangkapan layar sebelum jembatan ambruk saat diresmikan Bupati.(Istimewa)
JEMBATAN gantung Pongpet "Merah Putih" di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, ambruk secara tiba-tiba pada Minggu (30/8) sore. Insiden ini terjadi sesaat setelah jembatan tersebut diresmikan oleh Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami.
Jembatan yang menghubungkan Dusun Margajaya dengan wilayah sekitarnya itu ambruk saat dilewati oleh rombongan Bupati dan warga yang diperkirakan berjumlah sekitar 50 orang. Di antara rombongan tersebut, tampak hadir Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ling Ling Nugraha Senjaya serta Dandim 0626 Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan. Dugaan sementara, konstruksi jembatan tidak kuat menahan beban yang melebihi kapasitas teknis.
Detik-detik ambruknya jembatan sepanjang 60 meter tersebut terekam dalam video amatir berdurasi 46 detik, 28 detik, dan 22 detik yang kini viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat salah satu konstruksi pengikat jembatan patah, menyebabkan struktur jembatan jatuh ke arah sungai dari ketinggian sekitar 30 meter.
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran, Detty Mareta, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB saat Bupati tengah meninjau lokasi.
"Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, saat meninjau dan melewati jembatan merah putih bersama rombongan secara tiba-tiba ambruk. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun beberapa orang mengalami luka ringan. Bupati sendiri sempat syok atas musibah ini," ujar Detty, Senin (31/8).
Asep, salah seorang warga Desa Margacinta, menjelaskan bahwa jembatan ini sebenarnya sangat dinantikan karena menghubungkan Desa Margacinta, Desa Cibanten di Kecamatan Cijulang, hingga Desa Cimindi di Kecamatan Cigugur. Akses ini diproyeksikan untuk mempermudah mobilitas warga dan wisatawan menuju Kampung Budaya Desa Margacinta.
Pasca-kejadian, warga mendesak pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi total terhadap proyek tersebut. "Kami meminta pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh. Masyarakat ingin merasa aman dan nyaman saat melintasi jembatan," tegas Asep.
Hingga saat ini, penyebab pasti patahnya konstruksi masih dalam tahap penyelidikan pihak berwenang. Investigasi difokuskan untuk memastikan apakah insiden dipicu oleh kegagalan konstruksi, kualitas material yang tidak sesuai spesifikasi, atau murni akibat faktor beban teknis saat peresmian berlangsung. Akses jembatan kini ditutup total hingga dinyatakan benar-benar aman untuk digunakan kembali. (AD/E-4)


















































