Banjir Bandang Nepal: 590 Warga Asing dari 39 Negara Dilaporkan Hilang

3 weeks ago 22
 590 Warga Asing dari 39 Negara Dilaporkan Hilang Warga berjalan di tengah lumpur dan puing-puing rumah yang runtuh akibat tanah longsor dan banjir bandang di wilayah dekat perbatasan Nepal-Tiongkok, di Nuwakot, Nepal, pada 28 Agustus 2026.(Anadolu Agency)

KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemenlu) Nepal melaporkan sekitar 590 warga negara asing (WNA) masih dinyatakan hilang menyusul bencana banjir bandang yang menerjang wilayah utara negara tersebut. Data tersebut dirilis secara resmi oleh otoritas setempat pada Senin (31/8/2026).

"Sekitar 590 warga negara asing yang berasal dari 39 negara masih dinyatakan hilang," demikian pernyataan resmi Kemenlu Nepal sebagaimana dikutip dari Sputnik/RIA Novosti.

Meskipun jumlah orang hilang masih cukup tinggi, upaya penyelamatan besar-besaran telah membuahkan hasil. Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa lebih dari 10.000 orang telah berhasil diselamatkan dari lokasi bencana. Dari jumlah tersebut, terdapat 323 warga negara asing yang kini sudah berada dalam penanganan tim medis dan otoritas terkait.

Data Evakuasi dan Pencarian WNA

Kategori Jumlah/Keterangan
WNA Masih Hilang ± 590 Orang
Asal Negara WNA Hilang 39 Negara
Total Orang Diselamatkan > 10.000 Orang
WNA Berhasil Diselamatkan 323+ Orang
Waktu Kejadian Awal Rabu, 26 Agustus 2026

Sebelumnya, pada Sabtu (29/8), Departemen Pariwisata Nepal mencatat jumlah wisatawan asing yang diselamatkan mencapai 261 orang. Namun, angka pencarian terus berkembang seiring dengan masuknya laporan baru dari berbagai titik terdampak.

Di antara para penyintas yang berhasil dievakuasi, terdapat warga negara dari berbagai belahan dunia, termasuk India, China, Spanyol, Amerika Serikat, Rusia, Jerman, Italia, Bulgaria, hingga Swiss.

Penyebab Banjir Bandang

Bencana ini bermula pada Rabu pagi, 26 Agustus, ketika banjir bandang menyapu wilayah utara Nepal. Musibah ini dipicu oleh aliran air yang sangat deras dari wilayah China yang menerjang Sungai Bhote Koshi. Kondisi diperparah oleh aktivitas gempa bumi sebelumnya yang memicu tanah longsor, sehingga menyumbat aliran sungai dan menciptakan gelombang banjir bandang saat tanggul alami jebol.

Hingga saat ini, tim penyelamat masih terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai dan wilayah terdampak longsor untuk mencari ratusan WNA yang belum ditemukan. Otoritas Nepal terus berkoordinasi dengan kedutaan besar negara-negara terkait untuk proses identifikasi dan pemulangan para penyintas. (Ant/I-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |