Banjir Nepal.(Al Jazeera)
UPAYA penyelamatan pascabencana banjir bandang di Nepal terus membuahkan hasil. Badan Pariwisata Nepal melaporkan bahwa hingga Sabtu (29/8/2026), sebanyak 184 wisatawan asing berhasil dievakuasi dari wilayah terdampak.
Berdasarkan pernyataan resmi lembaga tersebut melalui platform X, proses evakuasi masih terus berlangsung di tengah kendala komunikasi. Hingga pukul 13.30 waktu setempat, tercatat 420 turis lain masih terputus komunikasinya dan belum ditemukan.
"Sebanyak 184 turis dievakuasi, tiga orang berkoordinasi dengan otoritas terkait, dan 420 lain masih terputus komunikasinya," tulis Badan Pariwisata Nepal dalam keterangannya.
Penyebab Bencana: Runtuhnya Gletser
Banjir bandang ini dipicu oleh luapan air yang sangat deras di Sungai Bhote Koshi, kawasan pegunungan Nepal, yang terjadi sejak Rabu (26/8). Awalnya, bencana ini diduga akibat gempa bumi yang memicu tanah longsor besar.
Namun, Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memberikan klarifikasi pada Kamis (27/8). Berdasarkan analisis data seismik, aktivitas tersebut bukan disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik bawah tanah, melainkan akibat runtuhnya gletser secara masif.
Data Korban dan Kerusakan
Dampak dari terjangan air ini sangat fatal. Data terbaru menunjukkan:
- Korban Tewas: 626 orang dilaporkan meninggal dunia.
- Korban Hilang: Lebih dari 2.000 orang masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan wisatawan asing.
Pemerintah Nepal bersama tim penyelamat terus berupaya menyisir area di sepanjang aliran Sungai Bhote Koshi untuk mencari korban yang masih hilang. Fokus utama saat ini adalah memulihkan jalur komunikasi guna memastikan status ratusan turis yang hingga kini belum bisa dihubungi.
Catatan Redaksi: Data mengenai jumlah korban dan evakuasi bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu seiring dengan perkembangan operasi pencarian di lapangan. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-2)


















































