Banjir Bandang Grand Canyon: 2 Pendaki Tewas, 1 masih Hilang

3 weeks ago 6
 2 Pendaki Tewas, 1 masih Hilang John Giusti (kiri) dan Brent Rosenkranz (kanan) tewas akibat banjir bandang di Grand Canyon. Teman mereka, Timothy Allen Smith (tengah),masih dinyatakan hilang.(Dok Foto keluarga)

BANJIR bandang dahsyat yang menerjang kawasan Grand Canyon National Park pada akhir pekan lalu merenggut sedikitnya dua nyawa, sementara satu orang lain dilaporkan masih hilang hingga Selasa (1/9/2026). Bencana ini dipicu oleh curah hujan ekstrem yang setara dengan akumulasi hujan selama setengah tahun hanya dalam waktu dua hari.

Korban tewas telah diidentifikasi sebagai Dr. John Giusti, 46, seorang chiropractor asal Granbury, Texas, dan Brent Rosenkranz, 42. Pihak keluarga dan perwakilan resmi telah mengonfirmasi kematian keduanya setelah terjebak dalam terjangan air dan lumpur di area ngarai tersebut.

Operasi Pencarian Korban Hilang

Hingga saat ini, tim pencari dan penyelamat (SAR) masih terus berupaya menemukan Timothy Allen Smith, 53. Smith, yang dibesarkan di Granbury dan kini menetap di Wyoming, merupakan rekan mendaki Giusti dan Rosenkranz. Ketiganya memasuki Grand Canyon pada Jumat (28/8) dengan rencana perjalanan menuju Bright Angel Campground dan Havasupai Gardens.

Pihak berwenang awalnya melaporkan sekitar 15 orang hilang setelah banjir melanda area Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch. Namun, pada Senin malam, jumlah tersebut berkurang drastis menjadi satu orang, seiring dengan keberhasilan evakuasi puluhan pendaki lain.

Dampak Kerusakan Infrastruktur

Intensitas hujan yang sangat tinggi menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur taman nasional. National Park Service (NPS) melaporkan bahwa hampir seluruh jembatan penyeberangan yang membentang di atas Bright Angel Creek hancur diterjang arus.

Catatan Kerusakan:

  • Hampir semua jembatan kaki di Bright Angel Creek hancur total.
  • Akses pejalan kaki di sepanjang jalur utama terputus.
  • Operasi helikopter penyelamat sempat terhenti pada hari Senin akibat cuaca buruk.

Kesaksian Penyintas

Erica Viola, salah satu pendaki yang berhasil selamat, menceritakan momen mencekam saat diperintahkan oleh petugas jagawana (ranger) untuk segera berlari menjauhi aliran sungai yang mulai meluap. "Jika kami terlambat lima menit saja, kami pasti sudah hanyut," ungkapnya kepada media.

Hanya sepuluh menit setelah Viola menyeberang, jembatan yang ia gunakan dilaporkan hilang tersapu banjir. Pendaki lain, Steve Kramer, menggambarkan situasi di dasar ngarai sangat terisolasi karena tidak ada jalan keluar saat material lumpur dan bebatuan mulai berjatuhan dari dinding ngarai.

Profil Korban

Keluarga mengenang Dr. John Giusti sebagai sosok ayah dari tiga putri yang berdedikasi dan dianggap sebagai pahlawan di dunia nyata oleh komunitasnya. Sementara itu, Brent Rosenkranz dikenal sebagai instruktur bela diri yang telah mendedikasikan hidupnya untuk membimbing generasi muda.

Keluarga para korban menyampaikan apresiasi mendalam kepada personel SAR yang terus bekerja di tengah kondisi medan yang berbahaya dan cuaca yang tidak menentu untuk membawa pulang orang-orang terkasih mereka. (CBS/I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |