Bahlil Sebut Program PLTS 100 GWp Hemat APBN Rp73 Triliun Per Tahun

4 weeks ago 8
Bahlil Sebut Program PLTS 100 GWp Hemat APBN Rp73 Triliun Per Tahun PLTS Cirata.(MI/Reza Suryana)

PEMERINTAH resmi memulai Program PLTS 100 GWp melalui peluncuran dan groundbreaking di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8). Kegiatan ini terhubung secara hibrid dengan tiga proyek lain, yakni PLTS Terapung Gajah Mungkur di Jawa Tengah, PLTS Desa Sembur di Kepulauan Riau, dan PLTS Pulau Rengit di Bangka Belitung.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Program PLTS 100 GWp merupakan langkah strategis menuju kemandirian dan ketahanan energi nasional.

"Terlebih lagi, Indonesia sudah memiliki industri panel surya dan industri baterai penyimpanan listrik/BESS di dalam negeri, sehingga melalui PLTS 100 GWp kita betul-betul akan berdiri di atas kaki kita sendiri," ujar Bahlil, dikutip dari keterangan resmi.

Menurut Bahlil, sebagai negara tropis dengan paparan sinar matahari sepanjang tahun, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi surya. Penguatan industri panel surya dan sistem penyimpanan energi baterai di dalam negeri menjadi salah satu fondasi dalam mendukung pelaksanaan program tersebut.

Program PLTS 100 GWp juga diarahkan memberikan dampak ekonomi dan lingkungan. Berdasarkan laporan Menteri ESDM, pemanfaatan energi surya melalui program ini berpotensi memberikan penghematan APBN lebih dari Rp73 triliun per tahun karena biaya listrik PLTS lebih rendah dibandingkan pembangkit diesel atau gas.

Program tersebut juga diproyeksikan menghemat penggunaan diesel hingga 6 juta kilo liter per tahun secara nasional, termasuk 500 ribu kilo liter per tahun khusus di Bali.

"Proyek PLTS 100 GWp berpotensi menciptakan 5,52 juta lapangan kerja akumulatif (3,5 juta di industri panel surya & BESS, serta 2 juta di sektor konstruksi) dan mampu mengurangi emisi karbon sebesar 140,16 juta ton CO2 per tahun dengan nilai ekonomi karbon mencapai Rp6,31 triliun," tutur Bahlil.

Sebagai tahap awal pelaksanaan program, pemerintah meluncurkan 14 proyek PLTS di enam provinsi dengan total kapasitas sekitar 5,3 GWp. Proyek tersebut mencakup PLTS Gilimanuk berkapasitas 300 MWp, PLTS Terapung Gajah Mungkur sebesar 134 MWp, PLTS Desa Sembur 0,92 MWp, dan PLTS Pulau Rengit 0,078 MWp.

Pemanfaatan energi surya juga diarahkan untuk mendukung aktivitas masyarakat. PLTS Desa Sembur menjadi salah satu contoh penerapan energi surya untuk kegiatan ekonomi nelayan melalui penyediaan listrik bagi fasilitas cold storage berkapasitas 5 ton dan mesin pembuat es berkapasitas 4 ton.

Sementara itu, PLTS Pulau Rengit meningkatkan waktu nyala listrik masyarakat dari sebelumnya sekitar 12 jam menjadi 24 jam setiap hari. Proyek tersebut juga menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) sekitar Rp4.400 per kWh atau 26 persen lebih rendah. (Ifa/P-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |