ilustrasi(Tour de France)
PENYELENGGARA Tour de France dan kepolisian setempat mengumumkan pemotongan rute untuk babak final yang berlangsung di Paris pada hari Minggu (26/7).
Keputusan itu diambil karena sebagian pasukan keamanan harus dialihkan untuk membantu penanganan kebakaran hutan hebat yang melanda wilayah dekat Bordeaux.
Etape ke-21 yang menjadi babak penutup, saat para pembalap memasuki Paris dan mengitari kawasan Champs Elysees, kini menyusut menjadi 89 kilometer dari rencana awal sepanjang 133 kilometer.
Langkah darurat ini tidak terhindarkan mengingat skala kebakaran yang membutuhkan atensi penuh dari otoritas keamanan prancis.
"Karena banyak kebakaran hutan saat ini melanda Prancis, khususnya wilayah Gironde, layanan darurat dikerahkan sepenuhnya untuk memadamkan api, sementara pasukan keamanan dalam negeri bekerja untuk mengamankan daerah yang terdampak dan melindungi penduduk," bunyi pernyataan bersama kepolisian Paris dan penyelenggara dikutip dari CNA.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Prancis terpaksa membagi fokus pengamanan demi memprioritaskan keselamatan warga di area bencana yang terus meluas.
"Mengingat hal ini, Kementerian Dalam Negeri telah memutuskan untuk memindahkan sebagian dari pasukan keamanan dalam negeri yang awalnya dikerahkan untuk menjamin keamanan tahap akhir Tour de France, guna memperkuat upaya respons di daerah yang terdampak kebakaran hutan," tulis pernyataan tersebut.
Di sisi lain, pemangkasan rute ini menjadi latar belakang menjelang penobatan juara. Pembalap asal Slovenia sekaligus juara empat kali, Tadej Pogacar, telah mengantongi keunggulan yang hampir tidak mungkin terkejar dalam upayanya meraih gelar Tour de France ketiga secara berturut-turut menjelang etape ke-20 pada hari Sabtu. (Z-2)

















































