Bendera nasional Iran berkibar di sebuah bangunan yang rusak akibat serangan AS-Israel di Teheran, Iran, Senin (20/4/2026).(Xinhua/Shadati)
KETEGANGAN di Timur Tengah meningkat tajam setelah Komando Pusat militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan peluncuran serangan terhadap target-target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di wilayah Iran. Serangan ini memicu reaksi keras dari Teheran, terutama setelah laporan jatuhnya korban sipil dalam sebuah acara pernikahan.
Wakil Gubernur Provinsi Hormozgan, Ahmad Nafisi, memberikan penilaian awal bahwa setidaknya empat orang tewas dan 50 orang lainnya luka-luka akibat serangan di lokasi pernikahan tersebut.
Berdasarkan data awal yang dihimpun dari otoritas setempat dan media pemerintah Iran, serangan ini tersebar di beberapa titik strategis dan pemukiman. Berikut adalah rincian dampak serangan berdasarkan laporan awal:
| Kabupaten Sirik | Rumah tinggal (lokasi pernikahan), korban jiwa dilaporkan. |
| Pulau Qeshm & Bandar Abbas | Ledakan terdengar setelah pengumuman CENTCOM. |
| Provinsi Kerman | Bandara Jiroft dilaporkan menjadi sasaran. |
| Chabahar, Konarak, Minab, Lamerd | Wilayah terdampak gelombang serangan luas. |
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, pada Rabu (2/9), menegaskan melalui unggahan di platform X bahwa angka yang lebih mengkhawatirkan, yakni lebih dari 50 pria, perempuan, dan anak-anak tewas atau terluka.
Menurut dia, Teheran akan merespons "dengan tegas" atas apa yang disebutnya sebagai serangan terhadap rumah tinggal di Kabupaten Sirik. Menurut klaim Iran, lokasi tersebut tengah digunakan untuk upacara pernikahan saat serangan terjadi.
Kecaman Diplomatik Iran
Baqaei menyatakan bahwa insiden ini melengkapi "daftar kekejaman" Amerika Serikat terhadap bangsa Iran. Ia juga melontarkan kritik tajam terhadap komunitas internasional yang dinilai pasif dalam menanggapi serangan ini.
"Kebungkaman mereka bukanlah netralitas," tegas Baqaei. Ia memperingatkan bahwa pihak-pihak atau lembaga internasional yang mencoba membenarkan serangan tersebut tidak akan kebal terhadap konsekuensi di masa depan.
Hingga saat ini, situasi di wilayah selatan Iran dilaporkan masih mencekam seiring dengan upaya evakuasi korban di lokasi-lokasi ledakan. Pihak AS menyatakan serangan tersebut ditujukan khusus pada infrastruktur IRGC, namun laporan mengenai jatuhnya korban sipil di Sirik menjadi titik krusial dalam eskalasi konflik ini. (Anadolu/Ant/I-1)


















































