Ancaman Banjir Susulan Mengintai Nepal dan Tibet

3 weeks ago 22
Ancaman Banjir Susulan Mengintai Nepal dan Tibet Pemerintah Nepal memperingatkan bahaya susulan akibat naiknya debit air Sungai Bhotekoshi. Hampir 3.000 orang dilaporkan hilang dalam bencana ini.(AFP)

PEMERINTAH Nepal memperingatkan potensi bahaya kenaikan air banjir serta meminta tim penyelamat berhati-hati saat proses evakuasi korban bencana bandang lumpur dan es memasuki hari kelima, Minggu.

Otoritas Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal (NDRRMA) mengeluarkan peringatan resmi menyusul peningkatan debit air secara signifikan di aliran sungai utama.

"Kami menerima informasi bahwa aliran banjir di Sungai Bhotekoshi di Rasuwa meningkat lebih lanjut," bunyi peringatan NDRRMA yang dirilis pukul 07.20 waktu setempat.

"Oleh karena itu, seluruh personel yang terlibat dalam operasi pencarian, penyelamatan, dan bantuan, warga di area tepi sungai, serta siapa saja di wilayah terdampak termasuk Rasuwa, Nuwakot, Dhading, dan Chitwan diminta untuk berhati-hati," lanjut NDRRMA.

Berdasarkan laporan Badan Survei Geologi AS (USGS), bencana yang melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tiongkok sejak Rabu pagi tersebut dipicu oleh runtuhnya gletser. Peristiwa ini memicu gelombang air bertekanan tinggi yang membawa material debris ke area hilir.

Data resmi dari pemerintah Nepal dan Tiongkok mencatat total korban hilang mendekati angka 3.000 orang, sementara 691 jenazah telah berhasil dievakuasi dari timbunan material.

Hujan deras yang terus mengguyur sejak hari pertama banjir bandang makin menyulitkan upaya pencarian dan penyelamatan di lapangan. Departemen Hidrologi dan Meteorologi Nepal bahkan telah mengeluarkan peringatan cuaca kuning hingga Senin, memprediksi curah hujan tinggi masih akan berlangsung di wilayah terdampak.

Sementara itu, media penyiaran negara Tiongkok, CCTV, melaporkan dari 546 orang yang dinyatakan hilang di wilayah Tibet, sebanyak 261 di antaranya merupakan warga negara asing asal 23 negara. Pemerintah Tiongkok telah mengabarkan situasi ini kepada kedutaan besar dan konsulat negara-negara terkait.

Laporan CCTV mencatat 15 warga negara Inggris masuk dalam daftar hilang di Tibet. Di sisi lain, otoritas Nepal sebelumnya melaporkan 33 warga negara Inggris hilang saat melakukan perjalanan melintasi perbatasan menuju Tibet. Belum dipastikan apakah 15 warga Inggris yang dicatat pihak Tiongkok masuk dalam hitungan data milik Nepal.

Selain itu, media Tiongkok merinci daftar warga negara asing yang hilang di wilayah Tibet, mencakup 104 warga Nepal, 49 warga India, 33 warga Latvia, 18 warga Amerika Serikat, 6 warga Kanada, 6 warga Australia, 4 warga Afrika Selatan, 3 warga Malaysia, 3 warga Jerman, 3 warga Rusia, serta 2 warga New Zealand.

Beberapa negara lain yang warganya turut dilaporkan hilang meliputi Irlandia, Estonia, Prancis, Belanda (masing-masing 2 orang), serta Finlandia, Lituania, Portugal, Ukraina, Spanyol, dan Hungaria (masing-masing 1 orang).

Seluruh rincian data korban hilang tersebut dihimpun dari hasil investigasi bersama yang melibatkan berbagai instansi penanggulangan darurat, urusan luar negeri, kebudayaan dan pariwisata, serta kepolisian setempat. (AFP/BBC/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |