Agar Pasangan Lebih Terbuka Bicarakan Kebutuhan Intim

5 hours ago 2

BANYAK pasangan dewasa yang kini semakin terbuka membicarakan berbagai aspek kehidupan bersama, mulai dari karier hingga rencana masa depan. Namun, ketika percakapan bergeser ke topik seputar hubungan intim, tidak sedikit yang masih merasa canggung untuk mengungkapkan kebutuhan, preferensi, maupun batasan dalam hubungan mereka.

Berangkat dari fenomena tersebut, Brand kondom asal Jepang, Okamoto menghadirkan Spill the (Safe) Tea, sebuah intimate gathering yang mengajak pasangan merayakan keterbukaan melalui percakapan yang jujur, intim, dan aman guna membangun pemahaman akan hubungan intim yang lebih bertanggung jawab.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Temuan dari The Gottman Institute menunjukkan bahwa 73 persen pasangan tidak pernah mendiskusikan kebutuhan seksual, fantasi, maupun batasan mereka secara mendalam. Fakta ini menunjukkan bahwa meski komunikasi menjadi bagian penting dalam hubungan, topik seputar hubungan intim masih sering kali sulit dibicarakan secara terbuka oleh pasangan dewasa.

Psikolog dan Sex Educator Febrizky Yahya menjelaskan bahwa banyak pasangan sebenarnya memiliki keinginan untuk membicarakan berbagai hal penting seperti keintiman dan kebutuhan emosional mereka. Namun, sering kali mereka tidak tahu bagaimana memulainya tanpa merasa canggung, takut menimbulkan kesalahpahaman, hingga khawatir memicu respons negatif dari pasangan.

"Sering kali tantangan terbesar dalam hubungan bukanlah perbedaan pendapat, melainkan ketidakberanian untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya dirasakan dan dibutuhkan," kata Febrizky dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada pertengahan Juni 2026.

Akhirnya, alih-alih bertanya langsung soal kebutuhan intim diri dan pasangan, banyak pasangan memilih berasumsi. "Akibatnya, muncul kesalahpahaman yang dapat mengganggu kualitas hubungan," kata Febrizky.

Padahal, komunikasi terbuka membantu pasangan untuk semakin memahami satu sama lain, membangun rasa aman secara fisik dan emosional, serta menciptakan kedekatan yang lebih kuat. "Oleh karena itu, Spill the (Safe) Tea dapat menjadi ruang yang membantu pasangan membangun keberanian dan kenyamanan untuk membicarakan hal-hal yang selama ini mungkin sulit diungkapkan dalam hubungan mereka, sehingga pasangan dapat mengenal dan menghargai kebutuhan satu sama lain dengan lebih baik," kata Febrizky.

Menurut National Library of Medicine, pasangan yang dapat berbicara secara terbuka, nyaman, dan jujur mengenai kebutuhan, keinginan, harapan, serta masalah dalam kehidupan intim mereka cenderung memiliki hubungan yang lebih bahagia dan kehidupan seksual yang lebih memuaskan. Yang paling menentukan bukan seberapa sering topik tersebut dibahas, melainkan kualitas percakapannya. Artikel itu juga menyebutkan bahwa komunikasi kebutuhan intim yang berkualitas memiliki pengaruh lebih besar terhadap kepuasan hubungan dibanding sekadar frekuensi membicarakan seks.

Senior Chief Marketer Okamoto Industries (HK) Ltd Holly Kwan mengatakan timnya mendorong percakapan yang lebih terbuka mengenai hubungan dan keintiman. "Komunikasi yang terbuka merupakan bagian penting dalam membangun hubungan yang dilandasi rasa saling memahami. Melalui Spill the (Safe) Tea, kami ingin mengajak pasangan berani membicarakan hal-hal yang sering dianggap canggung, mulai dari kebutuhan emosional, kenyamanan, hingga batasan dalam hubungan. Karena pada akhirnya, hubungan yang berkualitas lahir dari rasa saling memahami, bukan sekadar asumsi," kata Holly Kwan.

Sebelumnya, Okamoto sudah menghadirkan Playspace, yaitu ruang interaktif yang mengemas edukasi kesehatan seksual dan hubungan sehat menjadi pengalaman yang seru dan edukatif. Kegiatan bertajuk Spill the (Safe) Tea hadir sebagai langkah berikutnya yang mendorong pasangan untuk merayakan keterbukaan. Berkolaborasi dengan komunitas DearMoms dan IVG, kegiatan ini melibatkan 15 pasangan dewasa dalam suasana yang hangat dan personal untuk mengeksplorasi pentingnya kenyamanan, keterbukaan, serta kesadaran yang lebih baik terhadap kebutuhan dan preferensi satu sama lain dalam hubungan intim.

Spill the (Safe) Tea dirancang sebagai ruang yang aman dan nyaman bagi pasangan untuk membahas berbagai aspek hubungan dan intimacy yang sering kali luput dibicarakan dalam keseharian. Mengusung konsep afternoon tea, acara ini dibuka dengan sesi refleksi ringan yang mengajak peserta melihat kembali dinamika hubungan mereka sebagai pemantik percakapan sebelum memasuki diskusi yang lebih mendalam. Melalui permainan pasangan dan sesi bersama ahli seksologi, peserta diajak saling berbagi pengalaman, perspektif, serta mengeksplorasi kebutuhan, preferensi, dan kenyamanan satu sama lain. Selain itu, peserta juga diajak mendiskusikan berbagai mitos yang masih berkembang seputar penggunaan kondom dan kesehatan seksual dalam suasana yang hangat, santai, dan bebas penilaian.

Holly Kwan mengatakan membangun hubungan yang berkualitas dan bertanggung jawab tidak hanya soal memilih proteksi yang tepat, melainkan juga tentang menciptakan kenyamanan fisik, keterbukaan, rasa saling memahami, dan kepercayaan. Melalui Spill the (Safe) Tea, Okamoto terus mendorong terciptanya ruang percakapan yang membuat topik seputar keintiman menjadi lebih terbuka, positif, dan nyaman untuk dibicarakan oleh pasangan dewasa. "Kami percaya bahwa proteksi tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik, tetapi juga tentang menciptakan rasa aman dan nyaman bagi kedua pasangan. Kami berharap Spill the (Safe) Tea dapat menginspirasi lebih banyak pasangan dewasa untuk berani memulai percakapan yang bermakna. Karena sering kali, langkah kecil untuk berbicara secara jujur dapat menjadi awal dari hubungan yang lebih kuat dan penuh kepercayaan," kata Holly Kwan.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |