9 Ciri Keputihan tidak Normal yang Perlu Diwaspadai dan Penyebabnya

3 weeks ago 8
9 Ciri Keputihan tidak Normal yang Perlu Diwaspadai dan Penyebabnya Kenali ciri keputihan tidak norma.(Dok. Magnific)

KEPUTIHAN adalah proses alami tubuh untuk menjaga kebersihan dan kelembapan vagina. Namun, perubahan mendadak pada pola cairan ini bisa menjadi sinyal adanya masalah kesehatan yang memerlukan perhatian medis.

Berdasarkan data kesehatan, keputihan normal umumnya berwarna bening hingga putih tanpa bau menyengat. Sebaliknya, keputihan abnormal sering kali disertai gejala tambahan yang mengganggu kenyamanan. Berikut adalah daftar ciri keputihan tidak normal yang perlu Anda waspadai:

Daftar Ciri Keputihan Abnormal

  1. Bau Menyengat atau Amis: Aroma yang sangat kuat, terutama seperti bau ikan, sering kali muncul setelah berhubungan seksual.
  2. Perubahan Warna: Cairan berubah menjadi abu-abu, kuning pekat, atau kehijauan.
  3. Tekstur Menggumpal: Konsistensi yang sangat kental dan menggumpal menyerupai susu basi atau cottage cheese.
  4. Berbusa: Cairan terlihat berbuih atau berbusa dengan jumlah yang lebih banyak dari biasanya.
  5. Gatal dan Iritasi: Disertai rasa gatal hebat, panas, kemerahan, atau pembengkakan pada area vulva.
  6. Nyeri Saat Berkemih: Muncul rasa terbakar atau perih saat buang air kecil.
  7. Nyeri Seksual: Merasakan sakit atau tidak nyaman saat melakukan hubungan intim.
  8. Perdarahan Abnormal: Terjadi bercak darah di luar siklus menstruasi atau setelah berhubungan seksual.
  9. Nyeri Panggul: Keputihan berbau yang disertai nyeri perut bagian bawah atau demam.

Kemungkinan Penyebab Berdasarkan Gejala

Warna dan tekstur keputihan dapat memberikan petunjuk awal mengenai penyebab infeksi yang terjadi:

Ciri Keputihan Kemungkinan Penyebab
Tipis, putih/abu-abu, bau amis Bacterial Vaginosis (BV)
Putih kental, menggumpal, gatal hebat Kandidiasis (Infeksi Jamur)
Kuning-hijau, berbusa, bau amis Trikomoniasis
Meningkat disertai nyeri BAK Klamidia atau Gonore

Penting untuk diingat bahwa diagnosis tidak bisa ditegakkan hanya berdasarkan warna atau tekstur saja. CDC menekankan bahwa gejala berbagai jenis infeksi sering kali menyerupai satu sama lain, sehingga pemeriksaan medis dan tes cairan vagina sangat diperlukan untuk menentukan terapi yang tepat.

Kapan Harus ke Dokter?
Segera lakukan pemeriksaan jika keputihan berubah drastis untuk pertama kali, terus berulang, atau disertai demam dan nyeri panggul. Hindari penggunaan douching, sabun pewangi, atau obat antijamur tanpa resep karena dapat memperparah iritasi dan mengaburkan diagnosis.

Kesimpulannya, patokan paling sederhana adalah memperhatikan apakah keputihan "berubah dari biasanya". Jika perubahan jumlah, bau, dan warna diikuti dengan rasa nyeri atau gatal, segera konsultasikan dengan tenaga medis profesional. (CDC/NHS/Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |