5 Orang Dilaporkan Tewas Akibat Gempa Magnitudo 7,7 di Flores

5 hours ago 2
5 Orang Dilaporkan Tewas Akibat Gempa Magnitudo 7,7 di Flores Jumpa Pers Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko dan unsur Forkopimda lainnya di Polda NTT, Sabtu (15/8).(MI/Palce Amalo)

LIMA orang dilaporkan tewas akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) pagi. Dua korban tewas di antaranya berasal dari Kabupaten Sikka, sedangkan tiga lainnya di Kabupaten Manggarai.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, data korban tersebut masih terus diverifikasi oleh tim di lapangan. Pemerintah Provinsi NTT bersama TNI, Polri, Basarnas, BMKG, BPBD, serta pemerintah kabupaten di Flores terus melakukan pendataan terhadap korban dan kerusakan.

“Korban jiwa, saat ini informasi yang saya terima sudah ada lima orang: dua di Sikka, tiga di Manggarai,” kata Emanuel dalam konferensi pers di Polda NTT, Sabtu (15/8) 

Menurut dia, lima korban tersebut diduga meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Namun, pemerintah masih memastikan penyebab dan kondisi masing-masing korban melalui laporan dari petugas di lapangan.

Emanuel mengatakan, dampak gempa cukup serius di sejumlah wilayah, terutama kawasan utara Flores. Pemerintah daerah di seluruh kabupaten yang terdampak telah diminta segera mengecek kondisi wilayah masing-masing, termasuk kerusakan bangunan, korban meninggal, dan warga yang mengalami luka-luka.

“Memang kerusakannya itu, sejauh yang kita cermati, laporan yang kami peroleh, serius di berbagai tempat, terutama wilayah utara Flores,” ujarnya.

Untuk memastikan kondisi terkini, Emanuel bersama Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTT dijadwalkan bertolak ke Flores menggunakan pesawat milik Polda NTT siang ini. 

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung dampak gempa sekaligus memastikan proses penanganan korban dan kebutuhan masyarakat terdampak.

Emanuel mengakui data mengenai korban maupun kerusakan belum dapat disampaikan secara utuh karena tim SAR dan pemerintah daerah masih melakukan asesmen di sejumlah lokasi. “Lebih baik kita pastikan dulu. Kami mohon maaf, belum bisa menyajikan data detail, termasuk juga terkait detail kerusakan,” katanya.

Ia meminta masyarakat dan media tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, termasuk kabar mengenai ancaman tsunami maupun gempa susulan yang tidak bersumber dari otoritas resmi yang bisa menyebabkan masyarakat makin panik. 

Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko mengatakan seluruh unsur TNI-Polri, Basarnas, BPBD dan instansi terkait telah dikerahkan untuk melakukan pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban gempa di Flores.

Kapolda bersama Gubernur NTT dan unsur Forkopimda juga akan turun langsung ke wilayah terdampak, yakni Sikka dan Nagekeo yang dilaporkan mengalami dampak cukup parah. Kunjungan tersebut sekaligus untuk memastikan kebutuhan korban serta kendala petugas di lapangan. “Kami sudah mengerahkan seluruh sumber daya yang ada semaksimal mungkin,” ujarnya

Untuk kebutuhan pengungsi, makanan dan minuman menjadi prioritas utama. Jajaran TNI-Polri dan instansi terkait juga telah diperintahkan menyiapkan posko bantuan di wilayah terdampak gempa. 

Kerahkan 2 Helikopter

Selain itu, pemerintah pusat juga disebut telah memberikan perhatian terhadap penanganan bencana tersebut. Sejumlah kementerian dan lembaga menyiapkan dukungan, termasuk pengerahan dua helikopter untuk membantu mobilisasi dan penanganan di wilayah terdampak.

Perwakilan BPBD NTT Richard Pelt meminta seluruh kontraktor yang memiliki alat berat di Flores segera mengerahkan peralatan tersebut untuk membantu membuka akses jalan yang terdampak.

“Semua kontraktor yang punya alat berat wajib bantu pemerintah di situasi darurat ini. Jangan simpan alat beratnya,” kata Richard.

Ia juga mengimbau pelaku usaha, khususnya toko makanan dan minuman di Flores, membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak pada tahap awal bencana melalui pemerintah kabupaten dan kota, TNI, serta Polri. Pemerintah Provinsi NTT bersama seluruh unsur terkait akan terus memperbarui data korban dan kerusakan setelah hasil asesmen lapangan. (Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |