5 Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Meningkatkan Risiko Aterosklerosis

2 weeks ago 21
5 Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Meningkatkan Risiko Aterosklerosis Ilustrasi(magnifik)

KALSIUM memang dibutuhkan tubuh untuk menjaga tulang dan gigi. Namun, mineral ini juga dapat menjadi bagian dari plak yang menumpuk di dinding pembuluh darah

Jika dibiarkan, penumpukan plak dapat mempersempit arteri dan mengganggu aliran darah menuju jantung.

Kondisi tersebut dikenal sebagai aterosklerosis. Dilansir American Heart Association (AHA), plak di dalam arteri dapat terdiri dari kolesterol, sel inflamasi, kalsium, dan zat lainnya. 

Seiring waktu, plak dapat membuat pembuluh darah menyempit dan meningkatkan risiko penyakit jantung maupun stroke.

Menariknya, proses tersebut dapat berkembang perlahan tanpa menimbulkan gejala. Beberapa kebiasaan sehari-hari pun dapat meningkatkan faktor risiko terbentuknya plak di pembuluh darah.

1. Jarang bergerak

Kurangnya aktivitas fisik termasuk faktor yang dapat meningkatkan risiko aterosklerosis. Kebiasaan duduk terlalu lama dan minim olahraga juga dapat berkontribusi terhadap berat badan, tekanan darah, kolesterol, serta gula darah yang tidak terkontrol.

2. Sering mengonsumsi makanan tidak sehat

Pola makan yang tidak sehat dapat meningkatkan sejumlah faktor risiko penyakit jantung, terutama kolesterol dan tekanan darah. 

Berdasarkan laporan dari AHA, maka direkomendasikan untuk pola makan yang mendukung kesehatan jantung untuk membantu menekan risiko penumpukan plak.

3. Merokok

Rokok menjadi salah satu faktor risiko penting penyakit pembuluh darah. Merokok sebagai faktor yang dapat meningkatkan risiko aterosklerosis sekaligus sindrom koroner akut.

4. Membiarkan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah tinggi

Tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, serta diabetes termasuk faktor risiko aterosklerosis. Jika tidak dikelola, kondisi tersebut dapat memperbesar kemungkinan terbentuknya plak di pembuluh darah.

5. Mengabaikan berat badan dan gaya hidup

Kelebihan berat badan atau obesitas juga menjadi salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular. 

Maka, perlu menjaga berat badan, aktif secara fisik, menghindari produk tembakau, serta mengontrol kolesterol, tekanan darah, dan gula darah.

Bukan Berarti Kalsium Harus Dihindari

Istilah “kalsium mengendap” tidak berarti konsumsi kalsium secara otomatis menyebabkan pembuluh darah tersumbat. 

Kalsium merupakan salah satu komponen plak aterosklerosis yang terbentuk melalui proses penyakit pembuluh darah.

Untuk mengetahui keberadaan kalsium pada arteri koroner, dokter dapat menggunakan pemeriksaan coronary artery calcium (CAC) scan. 

Pemeriksaan ini membantu melihat adanya kalsifikasi pada arteri koroner yang dapat menjadi salah satu indikator risiko penyakit jantung.

Jika plak pecah, tubuh dapat membentuk bekuan darah yang kemudian menyumbat arteri koroner. 

Dikutip dari AHA, kondisi tersebut dapat menyebabkan acute coronary syndrome (ACS), termasuk serangan jantung, dan merupakan keadaan darurat medis.

Karena itu, menjaga pola makan, rutin bergerak, tidak merokok, serta mengontrol tekanan darah, kolesterol, gula darah, dan berat badan menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan pembuluh darah.

Sumber: American Heart Association (AHA), Mayo Clinic

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |