Google merilis Motion Assist di Android 17 untuk kurangi mabuk perjalanan saat main HP di mobil.(Dok. Nagacell)
GOOGLE secara resmi memperkenalkan fitur Motion Assist dalam pembaruan September Android Drop pada 1 September 2026. Fitur ini dirancang khusus untuk membantu pengguna mengurangi rasa mual atau mabuk perjalanan (motion sickness) saat membaca atau menonton video di dalam kendaraan.
Berikut adalah 5 hal utama yang perlu Anda ketahui mengenai fitur Motion Assist di Android:
1. Menggunakan Visual Gelembung Bergerak
Motion Assist bekerja dengan menampilkan elemen visual berupa gelembung atau titik-titik kecil di tepi layar. Titik-titik ini akan bergerak mengikuti arah pergerakan kendaraan untuk menyelaraskan apa yang dilihat mata dengan apa yang dirasakan oleh sensor keseimbangan tubuh pengguna.
2. Berbasis Sensor Gerak Real-Time
Fitur ini memanfaatkan sensor gerak (motion sensors) pada ponsel secara real-time. Pola gerakan gelembung di layar akan menyesuaikan secara otomatis saat kendaraan berakselerasi, mengerem, atau berbelok, sehingga otak mendapatkan petunjuk visual mengenai pergerakan fisik kendaraan.
3. Aktivasi Otomatis dan Kustomisasi
Pengguna dapat mengatur agar Motion Assist aktif secara otomatis saat ponsel mendeteksi pengguna sedang berada di dalam kendaraan. Selain itu, Google menyediakan opsi kustomisasi untuk mengubah warna, bentuk, hingga tingkat transparansi gelembung agar tidak mengganggu kenyamanan visual saat menatap layar.
4. Syarat Penggunaan: Android 17
Fitur Motion Assist tidak tersedia untuk semua perangkat lama. Berdasarkan dokumentasi resmi, fitur ini membutuhkan sistem operasi Android 17 atau yang lebih baru serta pembaruan Google Play Services terbaru. Pengguna dapat menemukannya melalui menu Settings > Profil Pengguna > All Services > Personal & device safety > Motion Assist.
5. Bukan Fitur AI
Penting untuk dicatat bahwa Motion Assist murni menggunakan sensor perangkat dan indikator visual, bukan kecerdasan buatan (AI) seperti Gemini. Meskipun dirilis bersamaan dengan fitur berbasis AI lainnya, mekanisme pencegahan mabuk ini sepenuhnya mengandalkan data fisik dari sensor gerak ponsel.
Catatan Penting: Google memperingatkan bahwa efektivitas fitur ini berbeda pada setiap orang. Pada sebagian kecil pengguna, gejala mabuk justru bisa memburuk. Fitur ini juga dilarang keras digunakan oleh pengemudi saat kendaraan sedang berjalan.
Langkah Google ini mengikuti jejak Apple yang sebelumnya telah merilis fitur serupa bernama Vehicle Motion Cues pada iOS 18 di tahun 2024. Dengan kehadiran Motion Assist, pengguna Android kini memiliki solusi bawaan untuk tetap produktif atau terhibur selama perjalanan tanpa rasa mual. (Z-10)


















































