37 Orang Tewas dalam Serangan Drone Rusia Ledakkan Depo Senjata di Dekat Pemukiman Kyiv

3 weeks ago 27
37 Orang Tewas dalam Serangan Drone Rusia Ledakkan Depo Senjata di Dekat Pemukiman Kyiv Lima orang terluka akibat serangan Rusia di Pavlohrad. Untuk sementara, satu orang—seorang karyawan supermarket—belum dapat dihubungi!(DSNS Ukraine)

SEBUAH serangan drone militer Rusia menghantam fasilitas penyimpanan senjata milik militer Ukraina di pinggiran Kyiv pada Jumat malam. Hantaman tersebut memicu ledakan dahsyat pasokan amunisi yang menewaskan sedikitnya 37 orang dan memaksa hampir 400 warga dievakuasi dari sekitar lokasi kejadian.

Ledakan sekunder dari detonasi meriam, ranjau, dan drone di depo tersebut memicu gelombang kejutan hebat. Dampaknya merusak bangunan di sekitarnya, termasuk sebuah panti jompo dan disabilitas. Berdasarkan data dari Kepala Wilayah Kyiv, Tymur Tkachenko, proses evakuasi dan penyelamatan di Distrik Bucha masih terus berlangsung hingga Sabtu, dengan mencatat setidaknya 42 orang luka-luka, termasuk empat anak-anak.

Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi pihaknya menargetkan depo amunisi di Desa Myla, sebelah barat Kyiv. Rusia menyebut fasilitas tersebut menyimpan komponen serta pendorong peluncur (launch boosters) untuk pesawat nirawak jarak jauh jenis FP-1 dan FP-2.

Akibat ledakan besar tersebut, sekitar 130 rumah warga di Desa Myla mengalami kerusakan parah. Liubov Pavlenko, 45, warga setempat yang rumahnya berjarak sekitar 200 meter dari lokasi, mengungkapkan kondisi kediamannya.

"Semuanya rusak total. Ada retakan di seluruh perimeter bangunan dan di sekitar jendela. Pada dasarnya, integritas struktur bangunan sudah terganggu," ujar Pavlenko kepada BBC. "Saya masih merasa mati rasa. Saya tidak tahu… setelah saya mulai sadar besok, saya mungkin akan mengalami trauma yang lebih berat."

Penyelidikan Dugaan Kelalaian Militer

Insiden tragis ini memicu kemarahan publik dan sorotan tajam terhadap otoritas militer. Pasalnya, ini merupakan peristiwa ledakan depo amunisi kedua di pemukiman warga sekitar Kyiv dalam beberapa bulan terakhir. Pada Juli lalu, serangan serupa menghantam gudang amunisi di Vyshneve yang menewaskan sembilan orang dan merusak lebih dari 280 rumah.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam keras penempatan material berbahaya di dekat kawasan pemukiman warga dan menegaskan bahwa proses hukum telah dimulai.

"Fasilitas penyimpanan itu jelas-jelas tidak boleh berada di sana. Penyelidikan telah dibuka atas kelalaian parah dari pihak-pihak yang menyimpan bahan peledak tepat di samping pemukiman warga," tegas Zelensky. Ia menambahkan, "Ada peraturan yang berlaku, amunisi tidak boleh disimpan di dekat rumah atau area pemukiman warga. Kesimpulan yang tepat tentu akan ditarik."

Kantor Kejaksaan Agung Ukraina mengonfirmasi sedang meneliti legalitas penempatan serta penyimpanan bahan peledak di Desa Myla, termasuk mengusut tindakan para pejabat yang mengambil keputusan tersebut. Zelensky mengindikasikan depo di Desa Myla tersebut dioperasikan langsung oleh angkatan bersenjata Ukraina.

Kekecewaan senada disampaikan Perdana Menteri Ukraina Sergiy Koretsky. Ia menyesalkan kegagalan penegakan aturan keselamatan yang terus berulang.

"Di tahun kelima invasi skala penuh, membuat kesalahan yang sama berulang kali adalah bentuk kelalaian kriminal," tulis Koretsky melalui akun Telegram miliknya. "Setiap orang yang bertanggung jawab, tanpa terkecuali, harus dihukum berat agar situasi seperti ini tidak pernah terulang kembali."

Eskalasi Serangan Udara di Kedua Pihak

Di luar insiden Desa Myla, gelombang serangan udara terus meluas. Tkachenko melaporkan seorang remaja berusia 14 tahun tewas dalam serangan terpisah di Distrik Boryspil. Sementara itu, Wali Kota Kyiv Vitaliy Klitschko menyatakan seorang balita berusia dua tahun tewas akibat jatuhnya drone Rusia di Obolonskyi.

Militer Ukraina mengklaim berhasil menjatuhkan 233 drone Rusia dalam semalam, meski serangan dilaporkan tetap melanda wilayah Odesa, Dnipropetrovsk, Sumy, dan Zaporizhzhia.

Di sisi lain, Ukraina intensif menyerang target ekonomi di wilayah Rusia, termasuk fasilitas logistik perusahaan ritel Wildberries dan Ozon. Pejabat lokal Rusia melaporkan dua orang tewas dan 25 lainnya luka-luka akibat serangan Ukraina di wilayah Belgorod dan Rostov dalam 24 jam terakhir. (BBC/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |