Masyarakat adat Tamalaki dukung penuh investasi Vale.(MI/Lina Herlina)
SEBANYAK 26 organisasi masyarakat adat Tamalaki yang tergabung dalam tiga unsur utama menyatakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan investasi PT Vale Indonesia Tbk di Wonua Mekongga, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tengah.
Dukungan tersebut disertai dengan peringatan tegas agar iklim investasi tetap terjaga demi kepentingan ekonomi masyarakat setempat.
Ketua Umum Forum Swadaya Masyarakat Daerah (Forsda), Jabir Lahukuwi, menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat harus menjaga kelangsungan proyek agar tidak mengalami kegagalan.
"Kami sesungguhnya ingin menyelamatkan investasi di Kabupaten Kolaka. Jika investasi ini gagal, yang rugi kita semua. Sumber daya alam kita sudah dibuka, jadi jangan sampai investasi itu ditutup," ujar Jabir.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu dihadiri perwakilan dari Gabungan Aliansi, Poros Tengah, dan Formakom.
Ketua Umum Tamalaki Wuta Kalosara Sultra, Mansiral Usman, menyatakan bahwa kehadiran tiga unsur utama dalam satu forum bersama PT Vale merupakan momentum penting untuk menjaga iklim investasi yang baik di Kabupaten Kolaka.
Ia menilai kehadiran perusahaan telah membawa dampak positif melalui pembukaan peluang kerja dan dorongan terhadap aktivitas ekonomi lokal.
Dalam dialog tersebut, masyarakat adat menyampaikan tiga aspirasi utama kepada PT Vale. Pertama, perluasan pemberdayaan tenaga kerja lokal melalui perusahaan mitra dan kontraktor.
Kedua, penyediaan akses beasiswa bagi generasi muda daerah untuk mempersiapkan sumber daya manusia lokal.
Ketiga, penguatan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang mendukung pemberdayaan sosial, kapasitas organisasi adat, dan pengembangan ekonomi masyarakat di Kabupaten Kolaka.
Menanggapi aspirasi tersebut, Director of Project IGP Pomalaa PT Vale, Mohammad Rifai, menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat serta menyambut baik masukan yang diberikan.
Menurutnya, dukungan tersebut penting untuk memastikan proyek berjalan baik dan memberi manfaat jangka panjang.
"Kami juga mendorong generasi muda Kolaka untuk terus mempersiapkan diri dan meningkatkan kompetensi, sehingga memiliki kesiapan untuk mengambil bagian dalam peluang yang terbuka sesuai kebutuhan dan tahapan proyek," ujar Rifai.
PT Vale yang merupakan bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID) menegaskan komitmennya untuk terus membangun komunikasi terbuka dengan masyarakat lokal, termasuk masyarakat adat, guna menyelaraskan kehadiran perusahaan dengan kebutuhan pembangunan daerah serta menjaga keberlanjutan sosial-ekonomi di Wonua Mekongga. (Adv/LN)


















































