Berikut Dampak Kurang Makan Sayur untuk Kesehatan(magnifik)
KURANG makan sayur adalah kondisi ketika seseorang mengonsumsi sayuran dalam jumlah atau frekuensi yang lebih sedikit dari kebutuhan pola makan sehat.
Kebiasaan ini dapat membuat asupan serat, vitamin, mineral, dan berbagai senyawa bioaktif menjadi kurang optimal.
1. Sembelit
Kurang makan sayur dapat membuat asupan serat rendah. Serat membantu menjaga pergerakan saluran pencernaan dan membuat buang air besar lebih teratur.
2. Pencernaan kurang optimal
Serat dari sayuran membantu mendukung kesehatan saluran pencernaan. Asupan serat yang rendah dapat membuat pola buang air besar menjadi kurang teratur.
3. Lebih sulit memenuhi kebutuhan vitamin
Banyak sayuran mengandung vitamin seperti vitamin C, folat, vitamin K, serta provitamin A. Kurang mengonsumsi sayuran dapat membuat asupan beberapa vitamin tersebut lebih sulit tercukupi.
4. Asupan mineral dapat berkurang
Sayuran menyediakan berbagai mineral, termasuk kalium dan magnesium. Jika sayuran jarang dikonsumsi, asupan mineral dari makanan juga bisa menjadi lebih rendah.
5. Asupan serat menjadi rendah
Sayuran merupakan salah satu sumber serat yang penting. Kekurangan serat dapat berdampak pada kesehatan pencernaan dan membuat pola makan menjadi kurang seimbang.
6. Kesehatan mikrobiota usus dapat terpengaruh
Serat dan senyawa tertentu dari tumbuhan menjadi sumber makanan bagi mikroorganisme baik di usus. Pola makan yang rendah makanan nabati dapat mengurangi keragaman sumber serat bagi mikrobiota.
7. Lebih sulit menjaga berat badan yang sehat
Sayuran umumnya kaya serat dan memiliki kepadatan energi yang relatif rendah. Mengurangi sayuran dapat membuat seseorang lebih sulit mendapatkan rasa kenyang dari makanan dengan jumlah energi yang sesuai.
8. Risiko penyakit jantung dapat meningkat
Pola makan yang kaya sayuran dikaitkan dengan kesehatan kardiovaskular yang lebih baik. Sebaliknya, rendahnya konsumsi sayuran sering menjadi bagian dari pola makan yang kurang sehat secara keseluruhan.
9. Risiko tekanan darah tinggi dapat meningkat
Sayuran merupakan salah satu sumber kalium. Asupan kalium yang cukup, bersama pola makan sehat, membantu mendukung pengaturan tekanan darah.
10. Perlindungan antioksidan berkurang
Banyak sayuran mengandung senyawa seperti karotenoid dan polifenol yang memiliki aktivitas antioksidan. Kurang mengonsumsi sayuran berarti asupan senyawa bioaktif tersebut dapat berkurang.
11. Kesehatan metabolik dapat kurang optimal
Pola makan yang kaya sayuran dan makanan berserat berkaitan dengan kesehatan metabolik yang lebih baik. Kurang sayur sering kali juga disertai konsumsi makanan tinggi kalori atau rendah zat gizi.
12. Risiko beberapa penyakit kronis dapat meningkat
Konsumsi sayuran sebagai bagian dari pola makan sehat dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah terhadap sejumlah penyakit kronis. Namun, risiko kesehatan tidak ditentukan oleh konsumsi sayur saja.
13. Pola makan menjadi kurang beragam
Jarang makan sayur dapat membuat pilihan makanan menjadi kurang bervariasi sehingga lebih sulit mendapatkan berbagai jenis vitamin, mineral, serat, dan senyawa bioaktif yang dibutuhkan tubuh.
Kurang makan sayur dalam jangka panjang dapat membuat asupan serat, vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif menjadi kurang optimal. (Z-4)
Sumber: siloamhospitals, klikdokter


















































