Berikut Bahaya Sering Konsumsi Makanan yang Dibakar(magnifik)
MAKANAN yang dibakar adalah makanan yang dimasak menggunakan panas langsung dari api, bara, atau sumber panas lainnya hingga matang dan biasanya menghasilkan aroma serta cita rasa khas.
Contohnya antara lain ikan bakar, ayam bakar, sate, jagung bakar, dan berbagai jenis makanan lainnya.
1. Meningkatkan Paparan Senyawa Hasil Pembakaran
Memasak daging dengan panas tinggi dapat menghasilkan senyawa seperti heterocyclic amines dan polycyclic aromatic hydrocarbons.
2. Berpotensi Meningkatkan Risiko Kanker
HCA dan PAH diketahui dapat menyebabkan perubahan DNA dalam penelitian laboratorium. Konsumsi makanan yang sering hangus atau gosong perlu dibatasi sebagai bagian dari upaya mengurangi paparan senyawa tersebut.
3. Makanan Gosong Lebih Berisiko
Bagian makanan yang menghitam akibat terbakar dapat mengandung lebih banyak senyawa hasil reaksi pembakaran. Sebaiknya bagian yang gosong tidak dikonsumsi.
4. Dapat Menghasilkan Akrolein
Pembakaran atau pemanasan minyak pada suhu tinggi dapat menghasilkan senyawa iritan seperti akrolein, terutama ketika minyak digunakan secara tidak tepat.
5. Dapat Meningkatkan Paparan Asap
Proses membakar makanan, terutama menggunakan arang atau api terbuka, menghasilkan asap yang mengandung berbagai senyawa. Paparan asap secara berlebihan juga kurang baik bagi kesehatan.
6. Kandungan Gizi Dapat Berkurang
Pemanasan yang terlalu tinggi atau terlalu lama dapat menyebabkan sebagian vitamin tertentu dalam bahan makanan berkurang.
7. Bisa Mengandung Lemak Berlebih
Beberapa makanan bakar seperti daging berlemak dapat tetap memiliki kandungan lemak yang tinggi, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
8. Berpotensi Tinggi Garam dan Gula
Risiko kesehatan tidak hanya berasal dari proses pembakaran. Bumbu, saus, atau marinasi yang tinggi garam dan gula juga dapat membuat makanan kurang sehat jika dikonsumsi terlalu sering.
9. Dapat Mengganggu Pola Makan Seimbang
Terlalu sering memilih makanan bakar tertentu dapat membuat variasi makanan menjadi kurang beragam jika tidak diimbangi sayuran, buah, dan sumber pangan lainnya.
10. Dapat Menyebabkan Gangguan Pencernaan pada Sebagian Orang
Makanan yang sangat berlemak, pedas, atau dibumbui berlebihan dapat memicu rasa tidak nyaman pada pencernaan bagi sebagian orang.
11. Meningkatkan Paparan Senyawa dari Lemak yang Menetes ke Api
Ketika lemak dari daging menetes ke sumber api, asap yang terbentuk dapat membawa kembali senyawa hasil pembakaran ke permukaan makanan.
12. Risiko Lebih Besar Jika Dikonsumsi Terlalu Sering
Konsumsi sesekali tidak sama dengan kebiasaan mengonsumsi makanan bakar yang gosong secara rutin. Karena itu, variasikan metode memasak dan pilih makanan yang tidak sampai hangus.
Makanan yang dibakar tidak otomatis berbahaya. Yang perlu diperhatikan adalah frekuensi konsumsi, suhu dan durasi memasak, serta apakah makanan sampai gosong. (Z-4)
Sumber: ayosehat, alodokter


















































