CANTIKA.COM, Jakarta - Siapa yang enggak tahu BLP Beauty? Merek kosmetik lokal ini didirikan oleh Makeup Artist dan kreator kecantikan (MUA) Lizzie Parra tahun 2016. Selama 10 tahun perjalanan BLP Beauty, Lizzie melihat lanskap industri kecantikan di Indonesia sudah berubah drastis.
Di matanya, ada pergeseran mindset pembaca dan tantangan bisnis yang kontras antara situasi tahun 2026 dengan BLP kali pertama lahir di tahun 2016 lalu. Hal itu dibagikan Lizzie saat menjadi salah satu pembicara di talkshow "Inside The Founder's Mind: Growing Brands in Today's Economy" di The BFF Festival 2026 Jakarta, Kamis, 28 Mei 2026.
Era 2016: Tantangan Mengikis Stigma Gengsi Produk Lokal
Mundur ke tahun 2014 sampai 2016, dunia kecantikan di Indonesia sebenarnya mulai naik daun berkat kemunculan para kreator kecantikan. Sayangnya, saat itu ada tantangan besar, yaitu masyarakat Indonesia belum bangga pakai produk lokal.
Lizzie mengenang bagaimana dulu kebanyakan orang Indonesia masih merasa gengsi dan enggan menunjukkan kalau mereka memakai kosmetik buatan dalam negeri.
"Dulu kayaknya orang enggak mau pakai produk lokal. Kalau pakai produk lokal itu diam-diam. Keluarnya mungkin hanya (untuk pakai) lipstik, tapi dimasukin lagi di dalam tas," ungkap Lizzie.
Padahal dari segi kualitas pabrik dan kreativitas, produk Indonesia enggak kalah saing dengan brand luar negeri. Berawal dari keresahan itulah, ditambah misinya menyebarkan semangat body positivity, Lizzie merilis BLP pada tahun 2016. Beruntung, transisi kepercayaan masyarakat dimulai dari industri fashion lokal terlebih dahulu, baru kemudian menular ke industri kecantikan.
Talkshow Inside The Founder's Mind: Growing Brands in Today's Economy dalam The BFF Festival 2026 di JCC Senayan, Jakarta, Kamis, 28 Mei 2026. Foto: CANTIKA/Silvy Riana Putri
Era 2026: Perang Harga, Pasar Global, dan DNA Brand
Lompat ke tahun 2026, situasinya berbalik 180 derajat. Saat ini, produk kecantikan lokal menjadi primadona di hati hampir seluruh perempuan Indonesia. Rasa gengsi sudah hilang, berganti dengan rasa bangga produk lokal.
Namun, hilangnya gengsi memicu tantangan baru yaitu persaingan sengit. Jika dulu kompetitor bisa dihitung dengan jari, sekarang ratusan brand lokal baru bermunculan setiap bulannya. Belum lagi gempuran produk dari pasar global yang masuk ke Indonesia dengan harga yang jauh lebih murah.
"Di luar sana busy banget dengan persaingan (industri kecantikan), adanya potongan-potongan marketplace, masuknya brand-brand lain yang mungkin mirip-mirip dengan harga yang lebih murah. At the end of the day, semua itu harus kembali ke DNA brand itu masing-masing," tegas Lizzie.
Bagi BLP, kekuatan utama menghadapai tantangan saat ini terletak pada DNA women empowerment mereka. Lizzie berpesan bagi para pelaku bisnis untuk tetap setia pada identitas asli agar tidak mudah terombang-ambing oleh arus tren sesaat atau perang harga.
Kunci Bertahan 10 Tahun: Bonding dengan Komunitas
Selain memegang teguh DNA brand, rahasia BLP bisa bertahan hingga satu dekade adalah berkat kehadiran BLP Fams, komunitas pengguna BLP Beauty.
Bagi Lizzie, komunikasi dengan konsumen bukan sekadar hubungan transaksional jual-beli, melainkan bonding yang nyata. Sejak BLP belum resmi rilis, komunitas ini sudah menjadi garda terdepan yang mendengarkan setiap keluhan atau kebutuhan konsumen.
"BLP Fams ini, aku bisa bilang adalah insider kami. Misalnya kalau ada produk baru, mereka adalah orang pertama yang kita kasih coba dulu lewat FGD (Focus Group Discussion)," cerita Lizzie.
Dengan prinsip selalu buka mata dan buka telinga terhadap feedback komunitas, BLP Beauty mampu membuktikan bahwa produk kecantikan lokal tidak hanya bisa bertahan, tapi juga relevan dan dicintai lintas generasi.
Pilihan Editor: Debut BLP Beauty Ikut Showroom di Paris Fashion Week 2023, Kenalkan Cantik ala Indonesia
SILVY RIANA PUTRI
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.










































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495647/original/074499000_1770385031-barba.jpeg)

