Wamendagri: Retret Gelombang Kedua Diikuti 25 Kepala Daerah

19 hours ago 2

TEMPO.CO, Jakarta -- Pemerintah akan kembali menggelar retret gelombang kedua bagi kepala daerah. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengatakan, tercatat masih ada 49 kepala daerah yang belum mengikuti retret tahap pertama yang digelar di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Februari 2025. 

"Ada 49 kepala daerah yang sebagian akan mengikuti gelombang kedua," ujar Bima Arya saat ditemui wartawan di Kota Solo, Jawa Tengah, seusai menemui Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo, pada Kamis, 3 April 2025. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bima Arya menjelaskan, para kepala daerah yang akan mengikuti retret gelombang kedua tersebut di antaranya mereka yang sengketa perselisihan hasil pemilihan kepala kepala daerah (pilkada) 2024 dinyatakan ditolak Mahkamah Konstitusi (MK). Selain itu, para kepala daerah dari Bali yang belum sempat mengikuti retret gelombang pertama. Jadi, dia memperkirakan, kira-kira ada 25 kepala daerah yang ikut retret gelombang kedua.

Mantan Wali Kota Bogor itu mengatakan, pemerintah tengah mempersiapkan pelaksanaan retret gelombang kedua beserta anggarannya. Namun, ia memperkirakan retret gelombang kedua tidak semeriah gelombang pertama. "Anggarannya sudah disiapkan. Kami sudah hitung. Nanti konsepnya lebih disederhanakan saja," ujar Bima Arya. 

Ihwal kepastian lokasi retret gelombang kedua, Bima Arya mengatakan masih digodok. Dia memperkirakan konsep penyelenggaraan retret gelombang kedua lebih minimalis dibandingkan yang pertama. "Tempatnya belum bisa dipastikan. Bisa di Magelang atau tempat lain dengan konsep lebih minimalis," ucap dia.

Bima menjelaskan, total pelaksanaan retret kepala daerah akan dihelat hingga tiga gelombang. Setelah retret gelombang kedua selesai digelar nantinya, pemerintah akan mengadakan retret gelombang ketiga. Menurut dia, gelombang terakhir setelah pelaksanaan PSU (pemilihan suara ulang) selesai semua. "Ada daerah, yang PSU-nya keseluruhan, nanti kami alokasikan untuk gelombang terakhir, gelombang ketiga," ujarnya.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |