Ketum GP Ansor Addin Jauharudin dalam penutupan PKN Angkatan XI Tahun 2026 di Tambakberas (12/7).(Dok.GP Ansor)
KETUA Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) Addin Jauharudin menegaskan jajarannya siap memastikan Muktamar Ke-35 NU berjalan lancar. Hal itu disampaikan saat Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Angkatan XI Tahun 2026 yang ditutup di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang, tempat Muktamar Ke-35 NU digelar. Sebelumnya, PKN dibuka di Pondok Pesantren Bumi Sholawat Progresif Sidoarjo.
Menurutnya, Tambakberas merupakan pesantren yang melahirkan pencetus embrio Nahdlatul Ulama yaitu KH Wahab Hasbullah, sekaligus inisiator berdirinya GP Ansor.
“Mbah Wahab selain pendiri NU, juga pendiri Ansor. Dan kita telah melakukan tirakat sepeda dari Bangkalan ke Jombang. Maka harapan besarnya Ansor akan menjadi penggerak organisasi seperti teladan dari Mbah Wahab. Selain itu, tanggung jawab kita, Ansor Banser adalah memastikan muktamar berjalan dengan aman dan sukses,” tandas Addin dalam keterangan yang diterima (13/7).
Addin menegaskan kaderisasi merupakan jangkar organisasi yang mengunci mimpi-mimpi baru organisasi di tengah zaman yang berubah dan keragaman kader.
"Ansor adalah rumah terbuka, mimpi apapun bisa kita cetak. Tempat berkumpulnya harapan, itulah organisasi. Ke depan, seluruh instrumen dan struktur Ansor harus hadir dengan kemampuan-kemampuan barunya," tegasnya.
Kualitas SDM
Selain itu, Addin menilai tantangan Ansor masa depan semakin menghebat. Menurutnya, Indonesia akan menghadapi perubahan ketika muncul masyarakat tanpa nilai, bahkan masyarakat tanpa organisasi. "Bagaimana kita menggerakkan orang dengan ide dan karya kita, bahkan tanpa kita harus bergerak secara fisik? Seorang pemimpin itu adalah pemimpin ide," cetusnya.
Dalam mendorong kapasitas kader, Addin menggarisbawahi bahwa kunci utama kemakmuran ekonomi adalah kualitas sumber daya manusia (SDM). Secara konkret, Addin menginstruksikan jajaran struktur untuk masif membangun "sekolah pelatihan" mandiri demi menciptakan lapangan kerja baru.
"Tidak boleh ada lahan dan orang yang nganggur. Semua aset harus bisa kita kelola secara maksimal. Itulah fungsi kepemimpinan, " kata Addin.
Wakil Menteri Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus kader Ansor, Aminuddin Ma'ruf, menegaskan bahwa setiap transformasi besar wajib berakar pada integritas niat dan ketajaman visi. Ia juga membedah bagaimana institusi seperti BUMN melakukan streamlining radikal —menyederhanakan portofolio dari 1.074 entitas menjadi kisaran 281 entitas di tahun 2026 demi efisiensi dan tata kelola yang ramping.
"Organisasi yang besar tidak boleh terjebak dalam kompleksitas birokrasi internal yang mengaburkan mandat utamanya. Begitu pula dengan GP Ansor," ujar Amin. (M-3)

















































