Kaesang Tantang Puan Maharani di Solo Raya, Pengamat Sebut Faktor Jokowi Tak Lagi Sakti

3 hours ago 3
Kaesang Tantang Puan Maharani di Solo Raya, Pengamat Sebut Faktor Jokowi Tak Lagi Sakti Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep.(AFP)

KEPUTUSAN Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep untuk maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V atau Solo Raya pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2029 dinilai sebagai langkah politik yang sarat risiko. 

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga menilai Kaesang akan menghadapi tantangan berat untuk menggeser dominasi PDI Perjuangan (PDIP) di wilayah tersebut.

Jamiluddin mengatakan pemilihan Dapil Jawa Tengah V yang meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Klaten, dan Sukoharjo tampaknya telah melalui pertimbangan politik yang matang. Menurutnya, Kaesang tidak hanya membidik kursi DPR RI, tetapi juga berupaya menjadikan Solo Raya sebagai basis kekuatan PSI di Jawa Tengah.

“Dapil Jateng V, terutama Solo, merupakan tempat kelahiran Kaesang yang diyakini dapat mengantarkannya ke Senayan. Selain berharap terpilih, Kaesang juga ingin menjadikan Dapil Jateng V sebagai basis PSI di Jawa Tengah agar dapat melebarkan pengaruh partai di provinsi tersebut,” kata Jamiluddin dalam keterangannya, Senin (27/7).

Ia menilai langkah tersebut juga memiliki dimensi politik yang lebih luas, yakni menjadi ajang pertarungan simbolik antara keluarga Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri melalui putrinya, Puan Maharani.

“Kaesang ingin bertarung secara head to head dengan Puan Maharani pada Pileg 2029. Hal itu dilakukan untuk menunjukkan bahwa Solo Raya merupakan basis trah Jokowi, bukan trah Megawati. Dengan demikian, pertarungan di Dapil Jateng V dapat dimaknai sebagai perebutan pengaruh politik di Jawa Tengah,” ujarnya.

Namun demikian, Jamiluddin menilai peluang Kaesang mengungguli Puan Maharani tidak akan mudah. Menurutnya, Puan memiliki modal elektoral yang kuat di Solo Raya, sementara faktor ketokohan Kaesang maupun pengaruh Jokowi dinilai belum cukup untuk mengubah peta politik di wilayah tersebut.

“Faktor Kaesang semata tampaknya tidak cukup kuat untuk menggusur Puan dari Dapil Jateng V, apalagi bila Pileg 2029 berlangsung secara jujur dan adil. Secara kualitas maupun tingkat kepercayaan publik, Kaesang masih jauh dari Puan. Puan juga memiliki perolehan suara yang sangat signifikan di dapil tersebut,” jelasnya.

Menurut Jamiluddin, harapan untuk mendongkrak suara Kaesang melalui pengaruh Jokowi juga tidak serta-merta menjamin kemenangan.

“Berharap pada Jokowi untuk mendongkrak suara Kaesang juga tidak mudah karena tingkat kepercayaan Jokowi di Solo Raya dinilai tidak lagi memadai. Karena itu, menjadikan Solo Raya sebagai basis PSI bukan perkara mudah. PDI Perjuangan masih memiliki basis massa yang kuat di wilayah tersebut,” katanya.

Atas dasar itu, Jamiluddin menilai keputusan Kaesang maju di Dapil Jawa Tengah V merupakan sebuah pertaruhan politik yang besar. Ia bahkan memperkirakan PDIP akan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mempertahankan dominasi di Solo Raya.

“Dengan memilih Dapil Jateng V, langkah Kaesang bisa menjadi sebuah perjudian politik. PDI Perjuangan berpeluang mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mempertahankan Solo Raya sebagai basis partai, sehingga Kaesang dan trah Jokowi berisiko mengalami kekalahan di kampung halamannya sendiri,” pungkasnya. (Dev) 
Published By Akmal Fauzi (27/7/2026

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |