Tips Angga Dwimas Sasongko Membangun Kekayaan Intelektual (IP) Jangka Panjang

1 day ago 1
Tips Angga Dwimas Sasongko Membangun Kekayaan Intelektual (IP) Jangka Panjang SUTRADARA sekaligus CEO Visinema Pictures, Angga Dwimas Sasongko.(Dok. Antara)

SUTRADARA sekaligus CEO Visinema Pictures, Angga Dwimas Sasongko, menekankan pentingnya kekuatan cerita dalam membangun kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) yang berkelanjutan. Menurutnya, sebuah cerita akan menjadi nyata dan bertahan lama jika memiliki nilai-nilai universal yang mampu menyentuh audiens secara luas.

Angga menjelaskan bahwa kunci utama dari IP jangka panjang terletak pada kemampuan storytelling yang dapat diceritakan kembali oleh orang lain. Hal ini hanya bisa tercapai jika cerita tersebut mampu masuk ke dalam memori kolektif masyarakat.

“Karakter atau storytelling itu hidup karena kita bisa menceritakannya ke orang lain. Menceritakan ke orang lain itu berhasil kalau kita punya memori kolektif. Ketika cerita itu menyentuh kolektif memori, maka akan terkoneksi dengan cerita tersebut lintas waktu lintas generasi,” ujar Angga saat berbincang di Jakarta, Selasa (8/9).

Membangun Dunia dan Karakter Dinamis

Dalam merancang IP agar dapat dikembangkan ke berbagai format, Angga menyebutkan perlunya konsep cerita yang matang dan berkualitas. Selain itu, kreator harus mampu membangun sebuah "dunia" dengan nilai artistik serta substansi yang jelas.

Ia menekankan bahwa pembangunan karakter tidak boleh hanya fokus pada tokoh utama. Relasi dinamis dengan karakter di sekitarnya sangat menentukan kedalaman sebuah IP.

“Kita harus mampu menciptakan dunia secara artistik, kemudian kita perlu punya karakter-karakter yang bisa membangun relasi dinamis, tak hanya karakter utama tapi juga karakter sekitarnya,” tambahnya.

Dengan pendekatan ini, setiap karakter diharapkan memiliki makna yang kuat dan bukan sekadar "tempelan". Hal ini bertujuan agar penonton dapat membayangkan diri mereka berada di dalam dunia yang dibangun tersebut.

IP sebagai Aset Institusional

Lebih lanjut, Angga memaparkan bahwa bentuk kekayaan intelektual sangat beragam, mulai dari cerita, karakter, hingga sebuah event. Ia memandang IP sebagai sesuatu yang bersifat institusional.

Tujuan utama penciptaan IP, menurut Angga, bukan sekadar mencari angka audiens sesaat, melainkan menciptakan karya yang dapat dinikmati lintas generasi. Fokus pada kualitas jangka panjang inilah yang nantinya akan melahirkan basis penggemar (fanbase) yang loyal.

“Penciptaannya bukan untuk mencari audiens saja, namun menciptakan agar IP dapat dinikmati lintas waktu dan lintas generasi yang kemudian mampu menciptakan penggemar,” pungkasnya. (Ant/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |