Karhutla.(MI/Solmi)
OTORITA Ibu Kota Nusantara (OIKN) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah tempat dalam delineasi IKN meski lokasi kebakaran jauh atau jarak terdekat sekitar 30-40 kilometer dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi Danis H Sumadilaga mengatakan penanganan dilakukan secara terpadu melalui pemadaman dari darat dan udara untuk mencegah kebakaran meluas.
"Jarak titik yang paling dekat dengan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN sekitar 30-40 kilometer. Memang masih masuk dalam delineasi IKN, tetapi secara jarak itu jauh dari kawasan inti," katanya di Nusantara, Rabu (9/9).
Menurut dia, penanganan secara terpadu tersebut, upaya preventif agar titik-titik api yang masih ditemukan tidak berkembang dan meluas ke wilayah lainnya. Dia menjelaskan 458 hektare yang sebelumnya disebut sebagai area terdampak karhutla, itu tidak seluruhnya merupakan lahan yang terbakar, melainkan mencakup kawasan yang terdapat sejumlah titik kebakaran.
"Di area tersebut ada titik-titik yang terbakar, jadi tidak seluruhnya lahan 458 hektare itu terbakar. Lokasi yang terbakar sebenarnya kurang dari itu karena merupakan titik-titik api yang tersebar dalam luasan itu," ujarnya.
Ia mengatakan jumlah titik api dalam beberapa hari terakhir telah berkurang. Saat ini, dua lokasi yang masih menjadi perhatian utama berada di kawasan Bukit Tengkorak dan Wonotirto. Keduanya sudah dilakukan pendinginan namun terus dilakukan pantauan ketat.
Pada Selasa pagi, tim kembali menemukan titik api di sekitar Tol Balikpapan-Samarinda Kilometer 31 yang langsung ditangani tim gabungan dari berbagai unsur seperti OIKN, TNI, Polri, dan pihak Jasa Marga. Untuk penanganan dari udara dilakukan melalui operasi pengeboman air oleh TNI AU, khususnya guna menjangkau kawasan yang sulit diakses melalui jalur darat.
"Di sisi darat, OIKN bersama TNI, Polri, babinsa, masyarakat, dan sejumlah pihak lainnya juga terus melakukan patroli serta pemantauan untuk memastikan tidak muncul titik api baru. Kalaupun ada yang timbul, dapat segera ditangani secepatnya sebelum meluas," katanya.
Selain pemadaman, OIKN juga memperkuat pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kebijakan tersebut juga dituangkan dalam peraturan kepala OIKN mengenai pembukaan lahan tanpa membakar.
"Pencegahan menjadi bagian penting untuk menekan potensi karhutla di kawasan IKN, terutama pada kondisi cuaca kering. Jangan sampai ada proses pembukaan lahan dilakukan dengan cara membakar. Ini yang harus sama-sama dihindari," ujar Danis. (Ant/P-3)





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293885/original/003140100_1783758261-10-10.jpg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4951307/original/044250400_1727138623-IMG_20240923_215315.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8163337/original/062235700_1781018081-InShot_20260609_221323602.jpg.jpeg)