Jelita, Inilah Kiat Agar Terlihat Profesional Sejak di Bangku Kuliah

1 hour ago 2
Jelita, Inilah Kiat Agar Terlihat Profesional Sejak di Bangku Kuliah Dalam President University New Student Orientation (PREUNI) 2026, Kepala Bisnis Baru untuk Pasar Indonesia di LinkedIn Lanny Wijaya membagikan kiat agar mahasiswa membangun profesionalismenya sejak di bangku kuliah.(Dok Istimewa)

Jelita, kamu masih mahasiswa? Yuk bangun akun LinkedIn kamu, mulai sekarang. Inilah kiat yang dibagikan Kepala Bisnis Baru untuk Pasar Indonesia di LinkedIn Lanny Wijaya saat berbicara dalam President University New Student Orientation (PREUNI) 2026.

“Saya terkesan karena hampir seluruh mahasiswa baru di sini telah memiliki akun LinkedIn, bahkan sejak awal kuliah. Namun, memiliki akun LinkedIn saja belum cukup, itu baru langkah awal, perlu dioptimalkan sebagai bagian dari perjalanan kamu membangun profil profesional. Yang penting adalah bagaimana membangun pengalaman, kemampuan bekerja dengan orang lain, dan rekam jejak yang menunjukkan bahwa kita mampu menyelesaikan sesuatu,” ujar Lanny.

Lanny mengoreksi, selama ini LinkedIn kerap dipersepsikan sebagai platform untuk mencari pekerjaan. Padahal, bagi mahasiswa, platform tersebut dapat dimanfaatkan jauh sebelum mereka memasuki dunia kerja. Pengalaman organisasi, kepanitiaan, kegiatan sukarela, proyek kampus, kompetisi, magang, hingga berbagai pengalaman bekerja dalam tim dapat menjadi bagian dari portofolio yang memperlihatkan kemampuan seseorang.

Karena itu, mahasiswa tidak perlu menunggu sampai lulus untuk mulai membangun personal branding. Setiap pengalaman yang relevan dapat menjadi rekam jejak digital yang membantu memperlihatkan minat, kompetensi, sekaligus perkembangan kemampuan mereka.

Lanny sendiri memiliki pengalaman panjang di bidang rekrutmen sebelum berkarier di LinkedIn. Pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa profil digital dapat menjadi salah satu sumber informasi bagi perekrut untuk mengenali calon kandidat.
Ia pun mendorong mahasiswa untuk mulai memperhatikan berbagai elemen dalam profil LinkedIn, mulai dari foto, headline, ringkasan diri, keterampilan, pengalaman, hingga pencapaian yang dimiliki. Yang tidak kalah penting ialah bagaimana mahasiswa membangun jejaring. LinkedIn dapat menjadi ruang untuk terhubung dengan dosen, alumni, praktisi industri, sesama mahasiswa, hingga profesional yang bekerja di bidang yang diminati.

“Manfaatkan pula LinkedIn untuk menemukan informasi tentang berbagai peluang pengembangan diri, seperti magang, pelatihan, kompetisi, maupun kesempatan karier,” kata Lanny. 

Jelita, inilah lima kiat sukses merintis karir dengan mengoptimalkan media sosial: 
Pertama, lengkapi profil sejak awal kuliah.
Jangan menunggu lulus untuk membuat profil LinkedIn. Mahasiswa dapat memulai dengan mencantumkan pendidikan, bidang yang diminati, keterampilan, pengalaman organisasi, proyek, dan aktivitas lain yang relevan. Profil yang lengkap akan memudahkan orang lain memahami latar belakang dan minat profesional pemiliknya.

Kedua, buat headline yang menunjukkan minat
Headline tidak harus berhenti pada status mahasiswa. Manfaatkan bagian ini untuk menjelaskan bidang yang sedang dipelajari atau diminati. Misalnya, mahasiswa komunikasi dapat menuliskan ketertarikan pada digital marketing, media, atau public relations. Dengan begitu, identitas profesional mulai terbentuk sejak dini.

Ketiga, dokumentasikan setiap pengalaman
Jangan menganggap pengalaman organisasi, kepanitiaan, kompetisi, atau proyek kampus sebagai aktivitas biasa. Catat peran dan kontribusi yang dilakukan. Jika pernah memimpin tim, membuat kampanye, mengelola acara, atau menyelesaikan sebuah proyek, tampilkan pengalaman tersebut secara konkret di profil.

Keempat, bangun jejaring secara aktif
Mulailah terhubung dengan alumni, dosen, praktisi, profesional, maupun perusahaan yang sesuai dengan bidang minat. Namun, membangun jaringan bukan sekadar menambah jumlah koneksi. Ikuti percakapan, berikan respons yang relevan, dan bangun hubungan secara profesional.

Kelima, tinggalkan rekam jejak positif
Manfaatkan LinkedIn untuk membagikan pencapaian, pengalaman belajar, proyek, gagasan, atau wawasan yang relevan dengan bidang yang diminati. Konsistensi akan membantu membentuk reputasi profesional. Pastikan setiap unggahan mencerminkan kemampuan, ketertarikan, dan karakter yang ingin dibangun. (X-6)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |