Tantangan Literasi Gizi di Pringsewu: Memilih Susu bukan Sekadar Rasa

3 hours ago 3
 Memilih Susu bukan Sekadar Rasa Ilustrasi(magnific)

AKSES terhadap produk susu di Pringsewu, Lampung, tergolong mudah. Berbagai jenis susu, mulai dari susu pertumbuhan hingga susu UHT, tersedia luas di pasaran. Namun, kemudahan akses ini ternyata belum berbanding lurus dengan pemahaman masyarakat mengenai jenis susu yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.

Kurangnya literasi membuat sebagian orangtua masih memilih produk berdasarkan kebiasaan, preferensi rasa anak, atau informasi dari lingkungan sekitar, bukan berdasarkan kebutuhan nutrisi. Padahal, setiap jenis produk susu memiliki peruntukan usia dan kandungan gizi yang berbeda secara signifikan.

Kendala Literasi dan Kebiasaan Rasa Manis

Bidan Desa Blitar Rejo, Catur Yuli Megawati, mengungkapkan bahwa tantangan utama pembenahan gizi di wilayahnya bukanlah faktor ekonomi, melainkan rendahnya literasi gizi. Salah satu kendala yang sering ditemui adalah ketergantungan anak-anak pada minuman dengan rasa manis.

"Kalau dikasih susu biasa, banyak yang tidak mau. Akhirnya kami cari cara lain, misalnya dibuat puding supaya anak-anak tetap mau mengonsumsinya," ujar Catur.

Ia menekankan bahwa edukasi gizi tidak boleh berhenti pada ajakan memberikan susu, tetapi juga harus mencakup pemahaman produk yang sesuai dengan tumbuh kembang anak.

Kesalahan Teknis yang Berdampak pada Nutrisi

Persoalan literasi juga menyentuh aspek teknis penyajian. Eka Saryati, seorang warga Desa Blitar Rejo, berbagi pengalamannya saat memberikan susu pertumbuhan kepada anaknya yang tidak mendapatkan ASI. Selama ini, ia melakukan kesalahan dalam proses penyeduhan yang berisiko menghilangkan nutrisi penting.

Eka terbiasa memasukkan bubuk susu terlebih dahulu baru kemudian air, padahal urutan yang benar adalah sebaliknya. "Saya baru tahu kalau cara menyeduh saya salah ternyata," tuturnya.

Beruntung, setelah mendapatkan bimbingan dari kader kesehatan setempat, ia memperbaiki cara penyajian tersebut dan kini pertumbuhan anaknya menunjukkan kemajuan positif.

Tabel: Perbedaan Karakteristik Produk Susu dan Kental Manis

Aspek Susu Pertumbuhan/UHT Kental Manis
Fungsi Utama Sumber gizi pertumbuhan anak Pelengkap sajian/toping
Kandungan Gula Terkontrol sesuai standar gizi Sangat tinggi (sebagai pengawet alami)
Sumber Kalori Protein, Lemak, Vitamin, Mineral Dominan Karbohidrat/Gula

Perubahan Persepsi Mengenai Kental Manis

Ketua PW Aisyiyah Lampung, Pristi Wahyu Diawati, mencatat adanya pergeseran positif dalam pemahaman masyarakat. Melalui edukasi berkelanjutan, warga mulai menyadari bahwa kental manis bukanlah produk susu yang mendukung pertumbuhan anak.

"Dulu banyak yang menganggap susu kental manis itu memang susu untuk pertumbuhan. Sekarang pemahamannya sudah mulai berubah, tetapi edukasi tetap harus dilakukan dengan pendekatan kekeluargaan," jelas Pristi. Ia menambahkan bahwa pendampingan tetap diperlukan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh persepsi lama di lingkungan mereka.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan, dr. Lovely Daisy, menegaskan bahwa kental manis tidak disusun sebagai sumber gizi utama bagi balita. Kandungan gula yang tinggi pada produk tersebut berfungsi sebagai pengawet alami agar memiliki masa simpan yang lama.

“Gula ini sengaja ditambahkan sebagai pengawet alami agar produk memiliki masa simpan yang lama, sehingga sebagian besar kalori yang dihasilkan oleh kental manis berasal dari karbohidrat atau gula," pungkas dr. Lovely. (Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |