Promosi Terpadu Papua Selatan yang berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di Sarinah, Jakarta.(MI/HO)
PEMERINTAH Provinsi Papua Selatan, melalui Dinas Pariwisata, Kepemudaan, Olahraga, dan Ekonomi Kreatif, sukses menyelenggarakan ajang Promosi Terpadu Papua Selatan yang berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di Sarinah, Jakarta.
Mengusung tema "Papua Selatan – The Untouched Paradise of Indonesia", kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya, ekonomi kreatif, serta peluang investasi kepada publik nasional.
Selama tiga hari penyelenggaraan, area Sarinah disulap menjadi etalase kebudayaan timur Indonesia. Pengunjung disuguhi beragam pengalaman autentik, mulai dari pameran produk unggulan UMKM, workshop pembuatan noken, hingga demonstrasi langsung ukiran Asmat yang telah mendunia. Kemeriahan semakin terasa dengan sajian kuliner tradisional, pertunjukan seni budaya, dan penampilan energik dari Papua Original Band.
Puncak acara terjadi pada Minggu, 26 Juli 2026, yang bertepatan dengan momen Car Free Day (CFD) di kawasan Sarinah–Thamrin. Ribuan pengunjung memadati lokasi untuk melihat lebih dekat pesona provinsi baru di ujung timur Indonesia tersebut.
Kekayaan Alam dan Budaya yang Autentik
Promosi ini menonjolkan tiga pilar utama kekayaan Papua Selatan, yakni seni pahat, kearifan lokal, dan biodiversitas. Berikut adalah beberapa potensi unggulan yang diperkenalkan kepada masyarakat:
| Seni & Budaya | Ukiran khas Suku Asmat yang diakui dunia dan nilai kearifan lokal Suku Marind. |
| Destinasi Alam | Taman Nasional Wasur yang dijuluki "Serengeti of Papua" dengan bentang savana dan rawa. |
| Satwa Endemik | Habitat alami Kanguru Tanah (Walabi) yang menjadi ikon daerah. |
| Ekonomi Kreatif | Produk UMKM berbasis sumber daya lokal, termasuk kerajinan Noken. |
Mendorong Investasi dan Kunjungan Wisata
Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, Olahraga, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Selatan, Soleman Jambormias, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memposisikan Papua Selatan sebagai destinasi wisata yang autentik dan penuh potensi.
"Papua Selatan menyimpan kekayaan alam, budaya, dan kreativitas masyarakat yang luar biasa. Kami ingin mengajak masyarakat melihat wilayah ini sebagai destinasi yang autentik sekaligus memiliki potensi besar bagi pengembangan ekonomi kreatif dan investasi," ujar Soleman.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia sekaligus Duta Pariwisata Papua Selatan, Laura Diana Freddy Pietersz, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian acara dirancang untuk memberikan pengalaman langsung bagi warga Jakarta. Ia berharap kegiatan ini menjadi jembatan kolaborasi yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat lokal.
“Kami berharap pameran ini memperkuat citra Papua Selatan di tingkat nasional, membuka peluang investasi, serta meningkatkan kunjungan wisatawan yang nantinya akan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat di daerah,” kata Laura.
Melalui inisiatif ini, Pemerintah Provinsi Papua Selatan optimis bahwa keunikan alam dan budaya yang mereka miliki akan semakin dikenal luas, menjadikan Papua Selatan sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia yang berkelas dunia. (Z-1)

















































