Studi Ungkap Hubungan Cat Rambut Permanen dengan Risiko Kanker Payudara

21 hours ago 3
Studi Ungkap Hubungan Cat Rambut Permanen dengan Risiko Kanker Payudara Ilustrasi(magnifik)

Pewarna rambut kerap digunakan untuk menyamarkan uban dan membuat warna rambut tampak lebih merata. Namun, penggunaan cat rambut, terutama jenis permanen, sempat dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara. Lantas, benarkah penggunaan cat rambut dapat meningkatkan risiko tersebut? 

Resiko kanker payudara

Dikutip dari National Institute of Environmental Health Sciences (NIEHS), penelitian terhadap 46.709 perempuan dalam Sister Study menemukan adanya hubungan antara penggunaan pewarna rambut permanen dan pelurus rambut kimia dengan risiko kanker payudara. 

Perempuan yang menggunakan pewarna rambut permanen dalam satu tahun sebelum mengikuti penelitian memiliki risiko kanker payudara sekitar 9% lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak menggunakan pewarna rambut. Risiko tersebut berbeda berdasarkan kelompok yang diteliti.

Pada perempuan Afrika-Amerika, penggunaan pewarna rambut permanen setiap lima hingga delapan minggu atau lebih sering dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara sebesar 60%. Sementara pada perempuan kulit putih, peningkatannya sekitar 8%.

Selain pewarna rambut, penelitian tersebut juga menemukan hubungan antara penggunaan pelurus rambut kimia dan risiko kanker payudara. Perempuan yang menggunakan pelurus rambut kimia setidaknya setiap lima hingga delapan minggu memiliki risiko sekitar 30% lebih tinggi terkena kanker payudara 

Meski demikian, hasil penelitian tersebut tidak berarti pewarna rambut atau pelurus rambut secara langsung menyebabkan kanker payudara. Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan produk dan risiko kanker 

Kandungan Kimia Jadi Perhatian

Salah satu alasan produk perawatan rambut menjadi perhatian adalah banyaknya bahan kimia yang digunakan dalam formulasi produk. Penelitian yang menjadi dasar kajian tersebut menyebut produk rambut dapat mengandung lebih dari 5.000 bahan kimia, termasuk sejumlah senyawa yang memiliki sifat mutagenik atau dapat mengganggu sistem hormon, seperti amina aromatik.

Sejumlah bahan juga telah diteliti terkait efeknya pada jaringan payudara. Para-phenylenediamine (PPD) dan 2,4-diaminoanisole sulfate, misalnya, dikaitkan dengan pembentukan tumor pada kelenjar susu tikus. 

Sementara itu, penelitian sebelumnya menemukan perempuan yang menggunakan pewarna rambut dalam satu tahun terakhir memiliki kemungkinan delapan kali lebih tinggi memiliki aduk 4-aminobiphenyl (4-ABP)-DNA pada sel epitel saluran payudara dibandingkan perempuan yang tidak menggunakannya. 

Temuan tersebut belum membuktikan bahwa pewarna rambut secara langsung menyebabkan kanker payudara pada manusia. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan hubungan antara paparan bahan kimia dalam produk rambut dan risiko kanker. 

Sumber: National Institute of Environmental Health Sciences, National Institutes of Health

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |