Stok Pangan di Jawa Barat Dipastikan Aman

1 day ago 2
Stok Pangan di Jawa Barat Dipastikan Aman Stok beras di salah satu gudang milik Bulog di Jawa Barat.(MI/SUMARIYADI)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat memastikan saat ini ketersediaan 12 bahan pangan pokok strategis masih berada dalam kondisi surplus. Meski begitu, sejumlah komoditas seperti cabai rawit dan beras premium berpotensi mengalami kenaikan harga.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar Linda Al Amin menjelaskan seluruh komoditas pangan utama dalam kondisi aman per Agustus kemarin.

"Bahwa dari 12 pangan strategis, beras, jagung, kedelai, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, daging sapi, daging ayam, telur ayam, minyak goreng, dan gula pasir yang dipantau, berada dalam kondisi surplus," katanya, Selasa (8/9).

Meski secara keseluruhan mencatatkan surplus dan laporan realisasi menunjukkan 27 kabupaten/kota di Jawa Barat masih aman, cabai rawit dan bawang merah stoknya lebih rendah dibanding komoditas lainnya. Bahkan bukan tidak mungkin mengalami kekurangan mengingat saat ini musim kemarau.

"Jika melihat dari ketahanan stok, cabai rawit dan bawang merah perlu diwaspadai," tambahnya.

Berdasarkan pemantauan Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional per 7 September 2026, tekanan harga riil di lapangan mulai terlihat pada dua komoditas utama, yakni beras premium dan cabai rawit merah yang telah melampaui batas acuan pemerintah.

Harga rata-rata konsumen untuk beras premium tercatat menyentuh angka Rp15.020 per kilogram, atau berada 0,81% di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Meskipun tingkat deviasinya relatif rendah, posisi harganya telah berada di atas batas HET," tambah Linda.

Sementara itu, tekanan harga paling signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit merah. Rata-rata harga di pasaran melonjak hingga Rp70.101 per kilogram.

Angka tersebut tercatat 22,98% di atas batas atas Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen yang dipatok sebesar Rp57.000 per kilogram.

"Kondisi tersebut menunjukkan bahwa harga cabai rawit merah memiliki deviasi yang cukup besar dari rentang harga acuan konsumen, yaitu Rp40.000-Rp57.000 per kilogram," jelasnya.

Memasuki September yang menjadi fase puncak musim kemarau, DKPP Jabar memproyeksikan pasokan pangan secara makro masih terkendali. Namun, penurunan stok yang membayangi komoditas cabai rawit akan terus dicermati secara intensif guna mencegah potensi gejolak harga lanjutan di tingkat konsumen.

"Hanya saja perlu diwaspadai penurunan stok di komoditas cabai rawit," tandasnya.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |