Siswa Sekolah Sukma Bangsa Antusias Ikut Lomba Koding Piala Surya Paloh

4 hours ago 2
Siswa Sekolah Sukma Bangsa Antusias Ikut Lomba Koding Piala Surya Paloh Siswa Sekolah Sukma Bangsa Pidie.(Dok.Istimewa)

RATUSAN siswa dari berbagai jenjang pendidikan antusias mengikuti Lomba Koding Piala Surya Paloh yang menjadi salah satu rangkaian Refleksi 20 Tahun Sekolah Sukma Bangsa (SSB). Kompetisi tersebut diikuti peserta dari Sekolah Sukma Bangsa di Pidie, Bireuen, Lhokseumawe, dan Sigi, Sulawesi Tengah, serta sejumlah sekolah lain dari Aceh hingga Sulawesi Tengah.

Kegiatan yang mengusung tema kreativitas digital dan kolaborasi bersama Leva Foundation, Afrika Selatan, itu menjadi bagian dari peringatan dua dekade berdirinya Sekolah Sukma Bangsa pada 14 Juli 2006–2026. Lomba bertujuan mendorong kemampuan berpikir logis, kreativitas, dan penguasaan teknologi di kalangan pelajar.

Tenaga pengajar sekaligus pengelola situs resmi Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Afrizal, mengatakan minat peserta terhadap kompetisi tersebut terus meningkat sejak pendaftaran dibuka secara daring hingga 27 Juli 2026.

"Untuk lomba kreativitas digital tingkat SD sudah selesai dilaksanakan pada Selasa (15/7). Sementara lomba koding tingkat SMP dijadwalkan pada 17 Juli dan tingkat SMA pada 18 Juli. Pendaftaran masih dibuka secara online dan jumlah peminat terus bertambah," kata Afrizal.

Ia menjelaskan seluruh peserta mengikuti perlombaan secara daring melalui aplikasi Zoom. Sistem tersebut memungkinkan siswa dari berbagai daerah mengikuti kompetisi tanpa harus datang ke lokasi penyelenggaraan.

"Peserta dari Aceh hingga Sulawesi Tengah mengikuti lomba secara Zoom. Penyerahan Piala Surya Paloh akan dilakukan secara terpisah kepada masing-masing pemenang. Untuk jenjang SMP dan SMA pendaftaran masih dibuka, sehingga kami mengajak para siswa untuk segera mendaftar," ujarnya.

Direktur Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Marthunis Bukhari, mengatakan peringatan 20 tahun sekolah tidak hanya menjadi ajang refleksi perjalanan lembaga pendidikan tersebut, tetapi juga momentum memperkuat penguasaan teknologi di kalangan peserta didik.

WADAH BAGI SISWA
Menurut dia, Lomba Koding Piala Surya Paloh menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir komputasional sekaligus meningkatkan kreativitas di era digital.

"Refleksi 20 tahun Sekolah Sukma Bangsa tidak hanya berfokus pada aspek sosial dan perdamaian. Kami juga ingin mendorong penguasaan teknologi melalui Lomba Koding Piala Surya Paloh sebagai ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan berpikir logis dan kreatif," kata Marthunis.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi yang telah terjalin selama lima tahun terakhir antara Sekolah Sukma Bangsa dan Leva Foundation dari Afrika Selatan.

Melalui kerja sama itu, kedua lembaga mengembangkan program Unplugged Tangible Coding, yaitu metode pembelajaran pemrograman kreatif yang tidak sepenuhnya bergantung pada perangkat digital sehingga lebih mudah dipahami siswa.

Sementara itu, Direktur Kerja Sama Antarlembaga Yayasan Sukma, Victor Yasadhana, menilai usia 20 tahun menjadi tonggak baru bagi Sekolah Sukma Bangsa untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

"Kita akan menghadapi tantangan baru dan pencapaian baru. Pendidikan di sini tidak hanya mengejar angka, tetapi memastikan karakter positif terus tumbuh sehingga lahir generasi yang berakhlak mulia tanpa meninggalkan semangat keislaman dan keindonesiaan," kata Victor.

Melalui penyelenggaraan Lomba Koding Piala Surya Paloh, Sekolah Sukma Bangsa berharap semakin banyak pelajar yang tertarik mengembangkan kemampuan di bidang teknologi informasi sekaligus memperkuat kolaborasi antarsekolah dalam menghadapi tantangan era digital. (E-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |