Owner Lencir, Michelle Halim, menyebut kepercayaan konsumen merupakan fondasi utama yang dibangun sejak brand Lencir hadir. Lencir memilih menyampaikan penjelasan secara terbuka dan bertanggung jawab.(Dok. Lencir)
MENINGKATNYA perhatian masyarakat terhadap keamanan produk kesehatan dan minuman fungsional membuat transparansi menjadi salah satu aspek penting dalam membangun sekaligus menjaga kepercayaan konsumen. Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, pelaku usaha dituntut mampu menyampaikan informasi yang akurat, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai produk yang beredar di pasaran.
Komitmen tersebut menjadi salah satu langkah yang ditempuh Lencir, brand produk kecantikan dan kesehatan. Melalui konferensi pers yang dilakukan baru-baru ini, perusahaan menyampaikan penjelasan atas berbagai informasi yang berkembang mengenai produk minuman detoksifikasi Lencir sekaligus menegaskan komitmennya terhadap transparansi, kepatuhan pada regulasi, dan keselamatan konsumen.
Manajemen Lencir menjelaskan dalam beberapa waktu terakhir produk minuman detoksifikasi Lencir menjadi perhatian publik setelah muncul pemberitaan dan diskusi di media sosial yang dipicu oleh pernyataan seorang influencer kesehatan mengenai dugaan kandungan produk serta ajakan agar dilakukan evaluasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Selain itu, berkembang pula informasi di media sosial yang mengaitkan produk tersebut dengan meninggalnya salah satu konsumen. Menurut perusahaan, berbagai informasi tersebut telah berkembang luas tanpa didukung fakta yang utuh sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Karena itu, Lencir memilih membuka ruang komunikasi secara terbuka.
Perusahaan mengeklaim seluruh kegiatan usahanya dijalankan dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk proses perizinan produk sesuai regulasi yang ditetapkan instansi pemerintah terkait.
"Kepercayaan konsumen merupakan fondasi utama yang kami bangun sejak brand Lencir hadir. Karena itu, kami memilih menyampaikan penjelasan secara terbuka dan bertanggung jawab," kata Owner Lencir, Michelle Halim, dalam keterangannya.
Dalam konferensi pers tersebut, Lencir juga memberikan penjelasan mengenai informasi yang mengaitkan produknya dengan meninggalnya salah satu konsumen. Perusahaan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mendiang sekaligus menjelaskan bahwa berdasarkan komunikasi dan pertemuan yang telah dilakukan secara langsung dengan pihak keluarga, yang bersangkutan diketahui telah lama mengidap penyakit kanker sebelum mengonsumsi produk Lencir.
Perusahaan juga menyampaikan berdasarkan informasi yang diterimanya, konsumen tersebut baru mengonsumsi produk Lencir dalam waktu yang relatif singkat, yakni belum mencapai satu minggu.
Michelle menegaskan perusahaan memahami munculnya kekhawatiran di masyarakat. Namun, menurutnya, informasi yang berkembang perlu dilengkapi dengan fakta yang utuh agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.
"Kami memahami munculnya kekhawatiran di masyarakat. Namun kami juga merasa perlu meluruskan informasi yang berkembang agar publik memperoleh fakta secara utuh," katanya.
Michelle menjelaskan pihaknya telah bertemu dan berkomunikasi langsung dengan keluarga mendiang, yang menjelaskan bahwa yang bersangkutan telah lama berjuang melawan penyakit kanker.
"Berdasarkan informasi yang kami terima, penggunaan produk Lencir juga belum mencapai satu minggu. Oleh karena itu, kami berharap masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan adanya hubungan antara produk kami dengan peristiwa tersebut sebelum ada hasil resmi dari pihak yang berwenang," katanya.
Michelle menambahkan, hingga saat ini perusahaan belum menerima hasil pemeriksaan maupun pernyataan resmi dari instansi berwenang yang menyatakan adanya hubungan sebab akibat antara konsumsi produk Lencir dengan meninggalnya konsumen tersebut.
Lencir menegaskan tetap menghormati seluruh mekanisme pengawasan yang dilakukan regulator. Perusahaan menyatakan siap memberikan dokumen, data, maupun informasi apabila diperlukan dalam proses evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku.
"Apabila terdapat proses evaluasi atau permintaan informasi, kami siap bekerja sama secara kooperatif dan memberikan data maupun dokumen yang diperlukan sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Michelle.
Kuasa Hukum Lencir, Michael Sugijanto, mengatakan perusahaan menghormati hak setiap pihak untuk menyampaikan pendapat. Namun, menurutnya, penyampaian informasi kepada publik juga perlu didasarkan pada fakta, kehati-hatian, serta menghormati proses hukum yang berlaku.
"Kami menghormati kebebasan setiap orang untuk menyampaikan pendapat. Namun penyampaian informasi kepada publik juga harus didasarkan pada fakta dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan," katanya.
Sampai saat ini, lanjut Michael, belum terdapat hasil resmi dari instansi yang berwenang yang menyatakan adanya hubungan sebab akibat antara produk Lencir dengan meninggalnya almarhum.
"Karena itu kami mengajak semua pihak untuk menghormati proses hukum dan tidak membentuk opini yang dapat merugikan pihak tertentu tanpa dasar yang jelas," ucapnya.
Lencir mengaku akan terus bersikap kooperatif terhadap setiap proses yang dilakukan regulator serta siap memberikan seluruh informasi yang diperlukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Perusahaan juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang beredar di media sosial. Lencir mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan asas praduga tidak bersalah dan menunggu hasil resmi dari regulator apabila terdapat proses pemeriksaan maupun evaluasi lebih lanjut, sehingga setiap informasi yang diterima masyarakat benar-benar didasarkan pada fakta dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. (E-1)


































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)















