Nvidia Tepis Isu Bubble AI, Sebut Permintaan Sangat Kuat

3 hours ago 3
Nvidia Tepis Isu Bubble AI, Sebut Permintaan Sangat Kuat CEO Nvidia Corp., Jensen Huang.(Dok. Nvidia.)

CEO Nvidia Corp., Jensen Huang, menegaskan bahwa investasi besar-besaran pada sektor kecerdasan buatan (AI) merupakan strategi bisnis jangka panjang yang didasari oleh permintaan pasar yang nyata dan masif. Pernyataan ini sekaligus menepis kekhawatiran sejumlah pihak mengenai potensi munculnya fenomena "gelembung" (AI bubble) di sektor teknologi AI tersebut.

AI bubble adalah kondisi di mana nilai pasar, investasi, dan ekspektasi terhadap teknologi kecerdasan buatan melambung sangat tinggi, jauh melampaui kemampuan riilnya dalam menghasilkan keuntungan

"Kita masih sangat jauh dari gelembung AI," ujar Huang kepada awak media di Tokyo, Rabu (15/7). Ia menambahkan bahwa saat ini permintaan terhadap infrastruktur AI masih berada pada level yang luar biasa kuat.

Menurut Huang, pengembangan infrastruktur teknologi AI bukan merupakan tren sesaat, melainkan proses berkelanjutan yang diperkirakan membutuhkan waktu setidaknya satu dekade ke depan untuk benar-benar matang.

Potensi AI Fisik di Jepang

Dalam kunjungannya ke Tokyo untuk menghadiri sejumlah agenda korporasi, Huang secara khusus menyoroti potensi besar Jepang dalam pengembangan "AI fisik". Teknologi ini merujuk pada kemampuan robot dan perangkat keras lainnya untuk beroperasi secara otonom di dunia nyata.

Ia menilai Jepang berada pada posisi yang sangat menguntungkan untuk memimpin sektor ini. Hal tersebut didukung oleh rekam jejak historis Jepang yang unggul dalam industri manufaktur presisi serta kemampuan produksi skala besar.

Selain itu, Huang memandang AI sebagai solusi strategis bagi Jepang dalam menghadapi krisis tenaga kerja yang kronis. "Melalui otomatisasi, AI, dan robotika, Anda dapat memperkuat tenaga kerja yang ada serta meningkatkan produktivitas nasional," jelasnya.

Kedaulatan AI (Sovereign AI)

Sejalan dengan langkah Pemerintah Jepang yang tengah gencar mendorong pengembangan AI domestik demi keamanan nasional dan perlindungan data, Huang menekankan pentingnya konsep kedaulatan teknologi.

Ia menyatakan bahwa kecerdasan sebuah bangsa harus dipupuk, ditingkatkan, dan dikembangkan secara mandiri di dalam negeri. Terkait hal ini, Huang mengungkapkan bahwa Nvidia tengah bersiap untuk menyampaikan sejumlah pengumuman penting mengenai sovereign AI (AI berdaulat) dalam pekan ini.

Pernyataan Jensen Huang ini muncul di tengah persaingan global yang kian ketat dalam penguasaan cip AI, di mana Nvidia saat ini memegang posisi dominan sebagai penyedia perangkat keras utama bagi perusahaan teknologi dunia. (Ant/Kyodo/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |