Serangan Israel di Libanon.(Al Jazeera)
ANGKATAN Udara Israel melancarkan dua serangan udara di suatu desa, Libanon selatan, pada Senin (7/9) dini hari, yang menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai sejumlah lain, termasuk anak-anak. Kementerian Kesehatan Libanon melaporkan bahwa serangan ini terjadi di tengah gelombang eskalasi baru antara Israel dan kelompok militan Hizbullah.
Menurut keterangan Kementerian Kesehatan, salah satu serangan menghantam bangunan dan menewaskan 11 orang, termasuk dua anak-anak dan empat perempuan. Delapan orang lain terluka, di antaranya tiga anak-anak dan seorang paramedis. Serangan kedua menyasar mobil di desa tersebut, menewaskan seorang paramedis dari Asosiasi Pramuka Risala Islam Libanon dan melukai dua orang lain.
Militer Israel menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan balasan atas dua serangan drone Hizbullah yang menargetkan pasukan Israel di Libanon pada hari yang sama. Pihak militer mengeklaim serangan udara itu ditujukan kepada anggota Hizbullah yang mencoba mengangkut senjata ke wilayah Kfar Rumman.
Eskalasi di Tengah Gencatan Senjata
Serangan itu terjadi hanya beberapa hari setelah militer Israel mengeklaim telah memegang kendali operasional atas bukit strategis Ali Taher yang menghadap ke beberapa desa serta jalan utama menuju kota Nabatiyeh. Meskipun gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat disepakati lebih dari dua bulan lalu, pelanggaran terus terjadi dari kedua belah pihak.
Warga Kfar Rumman mengungkapkan ketakutan mereka atas serangan yang kini mulai menyasar pusat permukiman. "Kami hidup dalam kecemasan konstan akibat penembakan di pinggiran kota. Sekarang mereka menyerang jantung kota," ujar Fouad Chakaron, salah satu warga setempat.
Wali Kota Kfar Rumman, Abdullah Farhat, menyebut insiden ini sebagai pembantaian dalam segala arti. Ia mengkritik kesepakatan kerangka kerja antara Libanon dan Israel yang ditandatangani pada Juni lalu dengan menyebut bahwa para pemimpin menandatangani kesepakatan tetapi warga sipil yang harus membayar harganya.
Konflik yang Terus Berlanjut
Selain serangan di Kfar Rumman, militer Israel juga mengeluarkan peringatan evakuasi untuk rumah di desa Deir al-Zahrani sebelum akhirnya menghantam bangunan tersebut. Di lokasi lain, pasukan Israel yang beroperasi di dekat kastil Beaufort terlibat baku tembak dengan anggota Hizbullah, yang mengakibatkan dua tentara Israel luka ringan dan tewasnya anggota militan tersebut.
Hingga saat ini, Hizbullah belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan yang meningkat di provinsi Nabatiyeh tersebut. Sementara itu, implementasi kesepakatan pelucutan senjata Hizbullah dan penarikan pasukan Israel dari Libanon selatan masih menemui jalan buntu karena kedua belah pihak saling menetapkan syarat yang sulit dipenuhi. (Politico/I-2)





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293885/original/003140100_1783758261-10-10.jpg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4951307/original/044250400_1727138623-IMG_20240923_215315.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8163337/original/062235700_1781018081-InShot_20260609_221323602.jpg.jpeg)