Sambut HUT ke-81 RI, TNI-Polri dan Mahasiswa di Kendal Bersih-bersih Makam Pahlawan

3 hours ago 2
Sambut HUT ke-81 RI, TNI-Polri dan Mahasiswa di Kendal Bersih-bersih Makam Pahlawan Suasana bersih-bersih di Makam Pahlawan Hizbullah di Desa Krajan Kulon, Kecamatan Kaliwungu.(MI/Supardji Rasban)

MENYAMBUT Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,  tidak hanya diwujudkan melalui berbagai perlombaan. Di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, puluhan personel TNI, Polri, pemerintah desa, organisasi kepemudaan, mahasiswa hingga keluarga pejuang bergotong royong merawat Makam Pahlawan Hizbullah di Desa Krajan Kulon, Kecamatan Kaliwungu, Jumat (14/8).

Bersih-bersih makam pahlawan tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang rela mempertaruhkan jiwa dan raga.

Personel Koramil dan Polsek Kaliwungu bersama Pemerintah Desa Krajan Kulon, PAC GP Ansor Kaliwungu, mahasiswa KKN Universitas Wahid Hasyim serta keluarga pejuang bahu-membahu membersihkan rumput liar yang menutupi area makam.

Tidak hanya membersihkan lingkungan makam, para peserta juga mengecat pagar, memperbaiki sejumlah bagian bangunan yang mulai rusak dan mengganti bendera Merah Putih di makam KH Ibrahim

Danramil Kaliwungu, Kapten Siswanto, ingin seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat makam para pejuang yang telah berjasa bagi bangsa dan negara.

"Kerja bakti ini bukan sekadar kegiatan membersihkan makam, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan sejarah perjuangan para pahlawan Hizbullah kepada generasi muda," ujar Siswanto.

Kepala Desa Krajan Kulon. Abdul Latif yang juga merupakan perwakilan keluarga pejuang mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah dan masyarakat dalam menjaga serta merawat makam para pejuang kemerdekaan.

"Di kompleks makam ini dimakamkan tiga pejuang Hizbullah yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan masih memiliki hubungan keluarga. Mereka adalah M. Masrur, Akhmad Nur, dan Subchi," tutur Abdul Latif.

Abdul Latif menyebut ketiganya dikenal sebagai ulama sekaligus pejuang yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia ketika Belanda melancarkan Agresi Militer Belanda pertama setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

"Perawatan makam dan situs bersejarah ini diharapkan tidak hanya menjaga kondisi fisiknya, tetapi juga mempertahankan ingatan kolektif masyarakat mengenai perjuangan para pendahulu bangsa," jelas Abdul Latif.

Memurut Abdul Latif mengenalkan sejarah perjuangan kepada generasi muda menjadi salah satu bentuk nyata dalam mengisi kemerdekaan. "Dengan demikian, semangat pengorbanan dan perjuangan para pahlawan diharapkan tetap hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi," pungkas Abdul Latif. (E-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |