Tantangan industri logistik yang semakin kompleks.(Dok. Antara)
DI tengah meningkatnya kebutuhan distribusi barang di Indonesia, banyak pelaku bisnis masih menghadapi tantangan logistik yang semakin kompleks. Proses pengiriman yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari transporter, gudang, hingga administrasi, masih kerap dijalankan melalui sistem yang terpisah dan proses manual. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan keterlambatan operasional serta meningkatkan risiko kesalahan.
Digital freight forwarding hadir sebagai salah satu solusi untuk menyederhanakan proses tersebut. Dengan memanfaatkan teknologi, proses logistik dapat dikelola secara lebih terintegrasi sehingga potensi keterlambatan dan kesalahan dapat diminimalkan, sekaligus mempermudah pemantauan status pengiriman.
Kompleksitas logistik semakin terasa karena Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jaringan distribusi yang melibatkan berbagai moda transportasi, baik darat, laut, maupun udara.
Dalam praktiknya, perusahaan masih membutuhkan beragam sarana administrasi, mulai dari dokumen kertas, email, aplikasi perpesanan, hingga spreadsheet. Penggunaan berbagai saluran tersebut membuat koordinasi menjadi lebih rumit dan berisiko menimbulkan keterlambatan maupun miskomunikasi.
Di sisi lain, transformasi digital terus berkembang di berbagai sektor industri, termasuk logistik. Namun, Cargoclix mencatat sebanyak 45,5% aktivitas administrasi yang dilakukan pelaku usaha logistik masih berjalan secara manual. Kondisi ini menunjukkan bahwa digitalisasi menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap proses pengiriman.
Melihat tantangan tersebut, Forwarder AI hadir sebagai perusahaan digital freight forwarding yang menawarkan solusi terintegrasi melalui platform digital. Platform ini dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk mengelola proses logistik melalui berbagai moda transportasi, baik darat, laut, maupun udara.
Melalui slogan #YangPastiAja, Forwarder AI berupaya menjawab kebutuhan pelanggan dengan menghadirkan pengalaman logistik yang lebih mudah, tenang, dan terukur. Pelanggan dapat memanfaatkan platform digital all-in-one untuk melakukan booking, tracking, hingga reporting dalam satu sistem.
"Di tengah tingginya biaya dan kompleksitas geografis logistik Indonesia, Forwarder.ai memanfaatkan teknologi untuk mengotomatisasi operasional dan menyatukan data pengiriman secara end-to-end. Kami membantu perusahaan logistik bertransformasi dari proses manual menuju efisiensi digital yang terukur," jelas Ferna Arga, COO Forwarder AI.
Selain layanan digital freight forwarding, Forwarder AI menghadirkan berbagai solusi digital untuk mendukung pengelolaan logistik secara end-to-end. Salah satunya adalah API Integration yang memungkinkan perusahaan mengintegrasikan informasi logistik secara langsung ke dalam sistem internal.
Melalui layanan tersebut, perusahaan dapat mengakses berbagai informasi, mulai dari jadwal keberangkatan kapal dan pemantauan posisi kargo hingga pengecekan tarif serta pemesanan tanpa perlu berpindah platform.
Forwarder AI juga menyediakan Transportation Management System (TMS) bernama Forsis. Sistem ini membantu perusahaan mengelola operasional shipment, manajemen vendor atau mitra, rekapitulasi data biaya, hingga integrasi GPS.
Seluruh solusi tersebut dirancang untuk memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap proses logistik sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Dengan pemanfaatan teknologi yang terintegrasi, pelaku usaha diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada proses manual dan mengelola aktivitas pengiriman secara lebih efektif. (Z-10)

















































