Remaja Penjual Jasuke di Tasikmalaya Tewas Dianiaya Geng Motor, Mahasiswa Tuntut Kapolres Dicopot

10 hours ago 3
Remaja Penjual Jasuke di Tasikmalaya Tewas Dianiaya Geng Motor, Mahasiswa Tuntut Kapolres Dicopot Puluhan mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam Aliansi Cipayung plus bersama poros pelajar Kota Tasikmalaya melakukan aksi unjuk rasa di Polres Tasikmalaya Kota.(MI/Kristiadi)

TRAGEDI memilukan menimpa seorang remaja penjual Jagung Susu Keju (Jasuke) berusia 16 tahun. Warga Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya tersebut dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Hermina setelah menjadi korban penganiayaan brutal oleh kelompok geng motor.

Peristiwa nahas ini bermula saat korban bersama rekannya pulang usai menonton konser band Superman Is Dead (SID). Di tengah perjalanan, korban dihadang dan dianiaya secara membabi buta hingga mengalami luka parah di bagian kepala. Meski sempat mendapatkan perawatan medis, nyawa remaja tersebut tidak tertolong.

Gelombang Protes Mahasiswa dan Pelajar

Kematian remaja tersebut memicu kemarahan publik. Puluhan mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus bersama Poros Pelajar Kota Tasikmalaya menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran pada Selasa (8/9/2026) malam.

Massa yang terdiri dari kader PMII, KAMMI, dan IPNU ini mengepung gerbang Polres Tasikmalaya Kota hingga gedung DPRD Kota Tasikmalaya.

Koordinator aksi, Teni Ramdani, mengecam keras maraknya aksi kekerasan geng motor yang terus berulang dan telah merenggut nyawa warga di wilayah Bungursari serta Mangkubumi. Ia menilai pihak kepolisian dan pemerintah daerah gagal dalam melakukan upaya preventif.

"Warga meninggal pada 2 September lalu, namun Polres Tasikmalaya baru melakukan patroli tiga hari setelah ada korban. Lantas sebelumnya langkah preventifnya bagaimana? Kami menilai Kapolres tidak paham dengan situasi keamanan di Kota Tasikmalaya," tegas Teni dalam orasinya.

Massa aksi juga menyatakan kekecewaannya terhadap sikap Kapolres Tasikmalaya Kota yang dianggap tidak kooperatif dalam merespons aspirasi mereka. Teni menegaskan, jika tuntutan keamanan tidak segera dipenuhi, mereka mendesak agar Kapolres segera dicopot dari jabatannya.

Data Kasus Penganiayaan Remaja di Tasikmalaya:

Informasi Detail
Identitas Korban Remaja 16 tahun, Penjual Jasuke
Waktu Kejadian 2 September 2026 (Pasca Konser SID)
Lokasi Perawatan RS Hermina Tasikmalaya
Status Pelaku 4 Ditangkap (1 Tersangka, 3 Saksi)
Penanganan Pelaku Dititipkan di LPKS Pangandaran

Penjelasan Pihak Kepolisian

Menanggapi tuntutan massa, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andik Eko Siswanto mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian penyelidikan intensif. Berdasarkan keterangan saksi dan teman korban, polisi berhasil mengamankan empat orang pelaku yang semuanya masih di bawah umur.

"Kami berhasil menangkap empat pelaku di bawah umur. Satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan berat dan saat ini dititipkan ke Lembaga Penyelenggara Kesejahteraan Sosial (LPKS) Kabupaten Pangandaran," jelas AKBP Andik.

Terkait tiga orang lainnya yang sempat diamankan, Kapolres menjelaskan bahwa mereka dipulangkan karena statusnya masih sebagai saksi, bukan dibebaskan dari jeratan hukum. Pihak kepolisian berjanji akan terus mendalami kasus ini guna memastikan stabilitas kamtibmas di Kota Tasikmalaya kembali kondusif. (Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |