Ratusan siswa dan guru MTs Negeri 3 Pati mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG dirawat di Puskesmas Gembong Pati.(MI/Akhmad Safuan )
KERACUNAN makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di dua sekolah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (9/9). Ratusan korban merupakan siswa SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati segera dilarikan ke Puskesmas Gembong serta RSUD RAA Soewondo Pati.
Pemantauan Media Indonesia, Rabu (9/9) puluhan mobil ambulans terus bolak-balik dengan sirine ambulans terus meraung-raung menuju ke Puskesmas Gembong dan RSUD RSUD RAA Soewondo Pati.
Ratusan siswa SMP Negeri 1 Gembong berseragam merah kotak-kotak dan MTs Negeri 3 Pati yang berseragam batik terus berdatangan dengan diangkut menggunakan mobil ambulans. Mereka diduga keracunan makanan setelah mengonsumsi makanan dalam program MBG, bahkan kepanikan semakin menjadi karena banyak siswa menangis histeris menahan sakit.
Ratusan siswa dari dua sekolah tersebut mengalami gejala keracunan seperti pusing, mual, dan muntah, setelah mengonsumsi makanan MBG.
"Karena kapasitas ruangan di Puskesmas Gembong tidak lagi memadai, sebagian siswa mengalami gejala keracunan langsung dilarikan ke RSUD RAA Soewondo Pati," kata seorang petugas medis di puskesmas.
Sementara itu, berdasarkan data sementara, tercatat sedikitnya 120 siswa dan 27 guru berasal dari MTs Negeri 3 Pati dan 50 siswa dari SMP Negeri 1 Gembong yang mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG pada Rabu (9/9) pagi itu. Bahkan dimungkinkan jumlah korban akan bertambah.
"Ada 120 siswa dan 27 guru yang mengalami gejala keracunan saat ini dirawat di puskesmas dan RSUD, " ujar Kepala Sekolah MTs Negeri 3 Pati Zaenal Arifin.
Setelah ada ratusan siswa mengeluhkan kondisi gejala keracunan tersebut, lanjut Zainal Arifin, pihak sekolah segera menghubungi tim medis dari Puskesmas untuk memberikan pertolongan. Apalagi kondisi siswa cukup memprihatinkan dan mengalami kesakitan terutama di bagian perut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luki Pratugas Narimo, mengatakan saat ini sedang dilakukan penanganan intensitas terhadap ratusan siswa dari kedua sekolah yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG.
"Kami masih melakukan pemantauan terhadap proses evakuasi dan penanganan para siswa," imbuhnya.
Puluhan petugas kesehatan, lanjut Luki Pratugas Narimo, masih melakukan penanganan dan pemantauan terhadap kondisi para siswa, namun penyebab pasti dugaan keracunan tersebut masih dalam penelusuran, meskipun diduga para siswa dan guru sakit akibat keracunan makanan dari program MBG di Kecamatan Gembong. (AS/E-4)





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293885/original/003140100_1783758261-10-10.jpg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4951307/original/044250400_1727138623-IMG_20240923_215315.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8163337/original/062235700_1781018081-InShot_20260609_221323602.jpg.jpeg)